Pages

Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Wednesday, September 15, 2010

[Update] Renov Rumah Emak Bulan ke-4

Renovasi rumah emak sudah masuk bulan ke -4.  Progressnya sejauh ini sudah 85%.  Pekerjaan yang tersisa adalah: pasang keramik lantai bawah dan dapur, pasang saniter, pasang teralis, pasang gypsum lantai bawah, pengecatan, pasang pager dan kanopi.

Proyek ini memang diperkirakan akan makan waktu empat bulan.  Tapi, karena terpotong libur awal puasa dan lebaran (total 3 minggu), ujung-ujungnya yaaa..tetap empat bulan juga bersihnya.

Pagar dan teralis belum dipesan.  Saya ingin pagar dan teralisnya kembaran dengan rumah baru saya di Bintaro...hehehe *ganjen*  Jadi engkong ingin lihat dulu yang di Bintaro seperti apa, sebelum dia pesan ke tukang besi.

Saya sudah pilih-pilih warna cat.  Lantai atas akan dominan warna hijau apel, lantai bawah warna kuning muda, dan dapur warna orange.. hihihi segeeeer....

Ibu juga sudah mulai bela beli bahan buat gorden.  Ah senangnya...

Ini fotonya ya.. diambil tadi pagi sebelum pergi ke kantor.  Udah keliatan cakep kan? wkwkwkwk

Monday, May 31, 2010

[Update] Renov Rumah Emak Minggu ke-2

Renovasi rumah emak, dimulai pada tanggal 13 May.  Hmmm, sebenarnya tidak tepat dibilang renovasi.  Lebih tepat dibilang bangun baru.  Karena bangunan lama nyaris tidak bersisa.  Buat pondasi baru, ganti kusen-kusen lama, saniter, meninggikan level lantai, dll.

Renovasi rumah emak sudah memasuki minggu ke-dua.  Alhamdulillah, lebih cepat dari jadwal.  Mungkin hal ini karena saya pakai sistem borongan.  Oiya, saya borong tukang saja.  Jadi kalau pekerjaan selesai lebih cepat, tukang akan lebih untung.

Saya pakai jasa 'konsultan' proyek, dengan sistem cost & fee.  Konsultan ini, saya panggil Engkong, konsultan teknik, material, juga harga.  Setiap hari, mengawasi proyek rumah bersama mandor, juga melakukan pembukuan dan cost controller.

Engkong tidak mau memborong proyek ini secara penuh.  Kenapa?  Karena beliau ingin saya ikut terlibat dalam pemilihan material.  Dan memang, cara ini lebih memuaskan.  Saya bisa cari-cari barang yang saya suka dengan harga lebih ekonomis.  Kalau diborong penuh, selain berisiko tinggi karena harga material yang naiknya tidak masuk akal, saya juga harus mengikuti spek sesuai perjanjian awal.  Nah, harga yang ada dalam spek itu adalah harga di price list resmi.  Selisih harga, itulah keuntungan si kontraktor.  Begitu juga sebaliknya.. kalau ada kenaikan harga, kontraktor itulah yang menanggung resiko.  Niat Engkong di sini, adalah membantu saya.  Alhamdulillah... Juga supaya saya bisa belajar, mana tau saya ada rejeki lagi buat membangun rumah berikutnya. Amin

Karena Engkong, saya dapat barang-barang bagus dengan harga bagus.  Strategi yang Engkong pakai adalah mengikat harga di toko material.  Saya deposit sejumlah uang, kemudian pesan material seperti: pasir, semen, bata, kerikil, besi, kayu, baja ringan, dll  Dengan demikian, apabila ada kenaikan harga...saya selamat.  Enaknya lagi, material tersebut bisa titip simpan di toko sampai tiba waktu pemakaian.  Jadi kami tidak pusing memikirkan tempat penyimpanan.

Seminggu berjalan, saya sudah pesan kusen pintu dan jendela.  Macam-macam pilihan model dan bahannya.  Insya Allah, saya ketemu penjual yang jujur sehingga saya bisa dapat kusen kayu sesuai keinginan.

Minggu lalu, kami pergi beli keramik di daerah Pasar Minggu.  Toko ini, langganan Engkong sejak dulu.  Barang bagus, harga ekonomis....hahaha demen deh gue!  Bisa 20% off dari price list.  Di sini saya beli keramik untuk lantai (dalam rumah, kamar mandi, teras, carport, dan dapur), dinding (kamar mandi dan dapur), meja dapur, dan tangga.  Warna dan coraknya beda-beda tapi masih dalam satu tone. Kloset dan wastafel, saya beli di toko itu juga.  Best offer deh pokoknya...

Dari sana, saya meluncur ke Pasar Kenari buat beli handel pintu, engsel, hak angin, kran, kabel listrik, lampu.  Mata saya memang tau banget barang bagus.  Sampai di sebuah toko, belum tanya harga, belum duduk, saya sudah tau yang mana gagang pintu pilihan saya.  Begitu tanya harga, jantung ini rasanya mau copot.  Can you imagine, sebuah gagang pintu + kunci dari stainless steel dengan corak sederhana tapi tidak minimalis, harganya 400rb/buah.  Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya.  Dan di rumah saya nanti ada 5 pintu selain pintu utama (atas bawah, pintu ganda) dan pintu geser (sekat dapur dengan ruang tengah).  Pintu utama sendiri atas bawah saya buat berdaun ganda, jadi akan perlu 4 set gagang + 2 set kunci).  Nah, gagang pintu ganda ini harganya lebih ajaib lagi, 800rb/set... nah silakan kali 4 deh *tepok-tepok jidat sendiri*  Kuncinya, saya beli yang sistem komputer (kata yang jual) jadi anak kunci tidak bisa digandakan sendiri. 

Terus saya pilih-pilih kran untuk kamar mandi, wastafel, dapur, dan taman.  Masing-masing model disesuaikan fungsi.  Cakep deh...

Semua harga di atas belom ditawar ya... Jangan ragu-ragu untuk tawar menawar di Pasar Kenari.  Mulai dari 20% di bawah harga yang ditawarkan.  Lumayan lho, penghematan yang bisa dilakukan.

Oiya, saya belum sempat beli barang2 listrik karena waktunya tidak cukup.  Huhuhuhu saya kelamaan 'nongkrong' di toko pertama.

Kenapa saya udah belanja barang-barang itu padahal rumah masih tahap pembangunan struktur?  Karena saya mau antisipasi harga barang naik.  Kabarnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, segala material dan pernak-pernik rumah ikutan naik harga.

Yo wis gitu aja updatenya.  Di bawah ini ada foto rumah sebelum dibongkar dan 2 minggu sesudahnya.

Tampak muka, pintu pagar miring dan talang melendut:

Dapur yang belang belonteng:

Ruang tengah yang sudah terlihat kusam:

Berikut ini gambar tampak muka rumah yang sedang dirobohkan... hancur lebuuur

Kalau ada yang perlu alamat atau nomer telpon toko bahan bangunan, keramik, saniter, dll, hubungi saya... Biar kita dapat barang bagus dan harga murah sama-sama..  

Wednesday, May 5, 2010

[Update] Rencana Renov Rumah Emak

Yuhuuu... apa kabar semuanya?  Lama ya gak nulis di MP.  Gaya-gaya sok sibuk lah, mumpung tenaga saya masih ada yang mau pakai...

Seperti yang saya tulis di sini, saya ada rencana untuk renov rumah emak.  Alhamdulillah, sejauh ini lancar walaupun sudah mundur satu minggu dari jadwal.  Rencana semula, awal Mei rumah sudah kosong dan siap di bongkar.  Penyebab kemunduran ini antara lain:

  • saya malas packing untuk pindahan
  • arsitek saya gak mau dibayar.  Akibatnya saya serba gak enak ketika saya tanya status disain dan gambar yang dia buat.  Kebetulan, arsitek tersebut sedang ada proyek di tempat lain yang cukup menyita waktunya.
  • proses pembuatan imb yang tidak semulus dugaan awal.  Berkasnya nginap agak lama di kecamatan.. Mungkin pak camat sedang banyak acara.

Sesudah kesulitan (dan kemalasan saya), ada kemudahan:

  • pindahan sedikit-sedikit, nyicil, jadi gak terasa.  Sekarang yang tersisa hanya barang-barang besar yang perlu truk/mobil bak terbuka untuk mengangkutnya.  Dapat pinjaman mobil pula. Manteeep...!  Target saya, awal minggu depan, kami sudah tidur di rumah sementara
  • arsitek gratis.  Cihui...!  Penghematan kurang lebih 3 juta rupiah.
  • ketemu orang baik di kantor walikota tangerang, dan sangat membantu proses pengurusan imb.  Materai aja dikasih gratis   Statusnya sekarang, masih menunggu IMB keluar, tapi sudah bisa mulai membangun.
  • proses negosiasi ongkos tukang lancar.  Alhamdulillah...  Penghematan dari sini kurang lebih 7 juta rupiah.  Lumayan kan, bisa buat beli tas Coach hihihihi

Oiya, tolong ingatkan saya untuk foto-foto rumah lama sebelum mulai direnov ya, untuk dokumentasi..

Ini saya tunjukin gambar kerja yang dipakai buat urus IMB.  Luas tanahnya kecil aja, tapi alhamdulillah...masih punya rumah   Dan ini masih 'agak' kasar.  Akan ada perubahan yang dilakukan waktu eksekusinya nanti.  Misalnya, tangga dibuat lebih landai supaya aman untuk orang tua dan anak-anak, tidak jadi buat gudang karena tempatnya akan dipakai untuk tempat oven, sekat antara daerah depan dan belakang di lantai dua akan dibuat berlubang-lubang (bukan tembok) sehingga ventilasinya lebih bagus.

Doakan saya, ya teman!  Supaya proses renovasi ini berjalan lancar.  Jadi, saya bisa fokus ke proyek lain yang lebih besar tapi waktunya mepet.  Membayangkannya saja saya sudah malas... tapi teringat betapa banyak orang yang ikut berbahagia dengan proyek ini, membuat saya dapat suntikan energi baru.  Untuk yang ini, tunggu ceritanya yah...

Wednesday, January 13, 2010

Resolusi 2010 yang berubah tiba-tiba…

Resolusi 2010, sudah dibuat.  Tapiiiii seminggu setelahnya, saya harus melakukan perubahan yang signifikan.  Resolusi 2010 yang saya post kemarin terasa datar.  Kecuali untuk poin terakhir, saya tidak merasa perlu adanya usaha yang besar dalam mencapai targetnya.  Semua terasa sangat realistis, mengalir dan apa adanya buat saya…

Di tulisan itu, saya tidak mencantumkan target untuk beli tanah, rumah, atau bahkan renovasi rumah yang saya tempati sekarang.  Ingin beli tanah yang luas-bisa tanam kecapi mangga rambutan jambu, tapi belum dapat lokasi yang cocok.  Jadi saya cari sambil ‘jalan’ saja.  Rumah, hmm...sudah lebih dari tiga kali usaha saya beli rumah.  Ada saja halangannya sehingga saya berpikir mungkin Allah belum menghendaki saya memilikinya. 

Sampai  dua hari yang lalu… 

Setiap pulang kantor, saya dan Ibu ada kebiasaan duduk bersama depan tivi.  Macam-macam yang dibahas.  Masak apa hari ini, makan siang di mana, apa headline news dan berapa harga emas hari ini, siang tadi ngaji di mana ketemu siapa.  Sampai akhirnya ibu cerita beliau habis bebenah rumah, antisipasi banjir.  Yak, banjir memang masih jadi momok buat kami setelah banjir besar tahun 2007. 

Saya kasihan membayangkan ibu turun naik tangga ke gudang di lantai atas.  Saya juga terpikir untuk menyelamatkan ‘harta’ saya yang lain, buku-buku saya.  Buku-buku tersebut sekarang tersimpan di lemari gantung di dinding dan dalam beberapa buah container plastic besar.  Banjir  tahun 2007 membuat  5 lemari  buku dari serbuk kayu yang dipadatkan hancur lebur.  Untungnya buku-buku berhasil di selamatkan.

Rumah ini, telah 20 tahun kami tempati dengan perbaikan kecil di sana-sini.  Kami betah sehingga beraaat rasanya untuk pindah ke tempat lain.  Jarak rumah-kantor hanya 13 km, dekat mesjid (ibu aktivis di sana), dan yang paling penting dekat pasar + C4 + XXI

Saya rasa, sudah waktunya saya melakukan perubahan besar.  Lagipula, ini rumah milik saya mengingat saya adalah pewaris tunggal J  Jadi kalaupun nanti saya beli rumah berarti saya melakukan diversifikasi investasi ke property.  

Akhirnya saya memutuskan untuk merenovasi besar-besaran, menjadi 2 atau 2-1/2 lantai, tergantung saran arsiteknya nanti.  Kondisi sekarang adalah 1-1/2 lantai, yang mana lantai atas dipakai untuk kamar pembantu, gudang, dan jemuran.

Alhamdulillah, rencana ini bikin hidup saya lebih hidup, dan saya bersemangat sekali dalam perencanaannya.  Coba bayangkan, dua hari yang lalu niat ini tercetus, dan dalam dua hari ke depan saya akan bertemu dengan calon arsitek dan kontraktornya.  Kalau semua lancar, akhir Maret saya dan ibu akan pindah sementara.  Alhamdulillah lagi, kemarin dapat rumah penampungan sementara.  Rumah tersebut milik teman ibu, dan penghuni sekarang akan habis kontraknya akhir Maret. 

Doain ya teman.. semoga prosesnya lancar dan tidak ada halangan dalam pelaksanaannya.  Amin

 

gambar dari sini

Sunday, November 4, 2007

Mati Gaya...!!!

Teman2ku yang baik… maaf ya, kalau sebelumnya gak pernah cerita apa2 soal ini.  Mungkin ada yang sempat terlintas then felt that you got a clue.  Gak ada maksud apa2 selain menghindari sesuatu yang belum waktunya disampaikan.

Kemarin adalah kali pertama aku dikenalkan ke keluarga besar Bayu, sang pria itu... hihihi *malu* 

Acara sebenernya adalah halal bil halal plus perayaan ulang tahun ke 60 papanya Angky.  Yap! Bayu is Angky’s brother... itu salah satu sebab sekarang aku jadi sering ketemu Angky.  Yuli & Angky lah orang yang mempertemukan aku & Bayu.

Sejak awal sebelum acara, aku sudah diwanti-wanti Bayu, supaya siap-siap kalau nanti ditanya macem-macem (siap mental, bukan siap duit...emangnya ada pak Ogah!)  OK!  Siapa takut?  Nining gitu loowh....

Mati Gaya pertama terjadi waktu Eyang Ciput datang.  Eyang Ciput ini merupakan orang paling sepuh dari keluarga mamanya Angky *weeedeeeh, masih kagok bilang mamanya Bayu!*  Aku diajak Bayu untuk menyambut kedatangan Eyang Ciput dan berkenalan dengan beliau.  Sewaktu bersalaman, aku nyebut namaku,”Saya nining, eyang..”  Tapi ada celetukan dari papanya Angky,”calon mantuku…”  Gubraaakkkkss!!!  Kan belum pernah ada omongan atau konfirmasi apa2 kenapa udah diumumin ke orang tua?  Aku kaget banget!  Asli… Rasanya, darah berhenti mengalir ke kepala!  Eyang Ciput mengkonfirmasikan kalimat si papa,”oooh calon mantu tho…”  dan aku dengan tergaga-gagap cumin bisa berkata,”ngggg nggak tauk….”  Huahahahha  malunya luar biasa!  Udah gitu apesnya Angky & Bayu tidak membantu aku…mereka berdua Cuma ketawa bahagia hihihi  Duuuh seandainya aku bisa merewind kejadian itu, tentu aku akan berusaha menyusun kalimat yang lebih baik dengan gaya yang tepat…   hueehehhehe

Mati Gaya kedua waktu istrinya Eyang Ciput nyamperin aku yang lagi makan.  Tau kan kalo aku makan selalu bersemangat kayak orang yang setaon gak ketemu nasi!  Tiba-tiba seorang Eyang Putri yang masih energik datang menghampiri.  Aku langsung berdiri, tapi piring tetap dipegang…hahahahaha  menerima salam dan cipika cipiki dari si Eyang!  Aku gak bisa ngomong apa2 karena mulutku masih penuh dengan makanan!   Hahahaha untungnya kali ini Angky berbaik hati nyodori aku minuman...  Kata Eyang Putri, aku imut-imut, sumeh, dan nyenengin... Halaaah, belom apa2 sang Eyang udah tertipu penampilan luarku hahahahha

Mati Gaya ketiga, waktu acara potong kue Pak Basuki.  Aku lagi sholat dhuhur waktu acara ini berlangsung.  Acara ini sebenernya surprise karena beliau Cuma tau acara halal bi halal.  Kata Bayu, waktu potong kue itu tiba-tiba mikropon diambil Eyang Ciput dari tangan MC.  Beliau dengan PD-nya bilang,”ini kue dibuat oleh calon mantu Basuki… nining, sini kamu!”  hahahha  I was saved by sholat….Alhamdulillah, kata tante2 dan oom di sana semoga calon mantu yang ini sholihah! Amin amin…. Hihihihi

Mati Gaya berikutnya, waktu selesai acara potong kue.  Eyang Ciput nyamperin aku dan Bayu, dan kami berdua digiring seperti sapi yang mau dipotong...padahal sebenernya gak tau, sapi yang mau dipotong persisnya seperti apa.  Kami berdua diedarkan ke seluruh penjuru ruangan, dan diperkenalkan ke tamu-tamu lain...terus kami disuruh duduk, dan terjadi pembicaraan kasak kusuk antara Eyang Ciput dengan MC.  Bayu bilang sepertinya dia punya perasaan gak enak, habis ini bakal disuruh nyanyi dan dansa...hihihihih Apaaa?  Nyanyi?  Dansa? Tolooooongg... aku langsung pura-pura ambil minum supaya bisa kabur dari ruangan itu...

Heheheh energiku terkuras, tapi aku senang luar biasa.  Semoga ini jadi awal yang baik buat kami berdua.  Amin…

Tapi…ternyata ada yang begitu sensitive perasaannya… Ibuku!  Ya betul… Ibu merasa dilangkahi.  ”Mestinya keluarga Bayu bilang dulu ke ibu kalau pengen ngenalin nining sebagai calon mantu.  Udah deh, pada cepetan aja!  Daripada kelamaan nanti malah gak jadi... toh orang-orang juga udah pada tau!” kata ibu...

Maafkan aku ya, Bu... Aku dan Bayu gak bermaksud lancang.  Mungkin keluarga Bayu begitu senang, bangga, dan bahagia karena akhirnya Bayu bawa pulang perempuan yang baik, pinter, ramah, tidak sombong, banyak teman lagi pula pintar masak...uhuuuuuiiiii J

Insya Allah, nanti ada sesi khusus untuk Ibu dari keluarga Bayu.  Amiiin amin ya Robbal alamin...

Sekarang, nining stress, panic, bingung disuruh buru-buru kawin eh nikah.  Aku baru kenal Bayu 3 bulan!!  Isn’t it too early???