Pages

Wednesday, February 17, 2010

From Paris to Eternity (lanjutan Eiffel, Tolong!)

Yaaayy... setelah mengalami proses editing dll yang cukup lama, akhirnya buku ke-2 karangan teman baik saya, Clio, terbit juga *maaf, dia minta nama aslinya untuk dirahasiakan* Kenapa saya bilang cukup lama? Karena saya baca draft buku ini bulan Mei 2009.

Buku ini lanjutan dari Eiffel, Tolong! yang berkisah tentang petualangan anak SMA bernama Fay Regina Wiranata di Prancis.  Nah buku kedua ini, gak kalah seru dari buku pertamanya.  Coba aja deh baca ringkasannya di bawah ini:

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ringkasan Buku From Paris to Eternity

Lanjutan EIFFEL, TOLONG!

Setelah menyelesaikan "tugas" dari Andrew McGallaghan, Fay Regina Wiranata kembali ke Indonesia, kembali menjadi siswa SMA biasa. Tak secuil pun kisah serunya di Paris ia bocorkan kepada sahabat-sahabat dan orangtuanya.

Fay hampir yakin kehidupannya akan berjalan normal seperti biasa. Namun, ia mendapat kejutan lain yang mau tak mau menyeretnya kembali ke peristiwa di Paris: ia menjadi juara lomba mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah kursus singkat selama satu minggu di Paris!

Yakin dirinya tidak pernah mengikuti lomba yang dimaksud, tambahan lagi berita itu disampaikan oleh Institute de Paris yang merupakan kedok penculiknya tahun lalu, Fay tahu ia tidak punya pilihan lain kecuali berangkat ke Paris memenuhi panggilan Andrew.
Hari-harinya ternyata berjalan lebih berat daripada yang ia sangka. Selain mendapatkan pengawasan dari rekan Andrew bernama Philippe Klaan yang sikapnya sangat tidak bersahabat, Fay juga harus menata kembali perasaannya kepada Kent, juga Reno.
Selesai melaksanakan tugas, hidup memberikan kejutan lain yang amat mengguncang Fay: pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan orangtuanya dikabarkan meninggal dunia. Fay harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya: tetap di Jakarta dengan ketidakpastian akan masa depan, atau pergi ke Paris demi sebuah kepastian masa depan namun sekaligus membuatnya terpuruk sepanjang masa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penasaran gimana cerita lengkapnya? Ayo buruan beli bukunya!  ya ya ya

Wednesday, February 3, 2010

Jeroan vs. Pede

Jeroan di sini bukan babat, paru, dan sebangsanya... tapi underwear.  Kali ini, saya lagi ingin nulis ttg underwear.

Entah kenapa, underwear yang saya pakai amat mempengaruhi kepedean dan mood saya.  Bila saya pakai yang nyaman, bagus dan matching atas bawah, maka saya bisa pede dateng ke miting dan mood saya bagus seharian.  Tapi bila terasa terlalu kencang, terlalu longgar ataupun berasa mau 'tumpah' hihihihi maka saya bisa uring-uringan dan jutek seharian.

Saya suka sekali mencoba macam-macam model dan warna jeroan.  Dari yang semi, full sampai maternity bra, sudah pernah saya coba... huahaha padahal hamil saja belom pernah, apalagi melahirkan.  Dari yang mini, midi, maxi sampai g-string pun pernah saya coba.  Dari kelas pasar ciledug sampe V******a S****t, pernah saya beli.  Persamaannya cuma satu, belinya harus sepasang atau, kalaupun tidak ada pasangannya, akan saya cari sampai dapat warna yang cocok.

Dari berbagai merk yang saya coba, saya suka sekali dengan E***g bra.  Rasanya?  Mantap nek....  gak kuatir bakal kedodoran.. huahahaha  Harganya sepadan dengan manfaatnya.  Merk lain yang jadi favorit saya W****l, talinya kencang dan gak gampang melar, dan memberikan tujuh hari servis purna jualnya.

Saya juga punya jadwal pembelian.  Minimal, saya beli underwear baru tiap enam bulan.  Setelah itu...underwear lama dalam lemari saya keluarkan.  Jumlahnya tidak selalu sama dengan yang barusan saya beli, seringkali lebih banyak yang dikeluarkan.  Tujuannya, supaya bisa cepat beli lagi dengan model lain.. huahahaha

Hari ini, saya gembira... karena saya beli dua pasang underwear baru.  Uhuuuuui....  Kalao pagi-pagi saya datang ke kantor dengan muka sumringah, sambil nyanyi2...kemungkinan besar, saat itu saya sedang pakai underwear baru...

Hihihi maap ya, ngocehnya gak mutu sama sekali...

Jangan Mau Ngantri Sampe Tua...

Kemarin siang, duit di dompet habis.  Dari kantor, saya bergegas ke ATM untuk ambil duit seperlunya. 

Di depan atm dari dua bank sejuta umat, antrian panjang mengular, sampai berbelok-belok.  Disebelahnya, atm bank asing, ada satu orang berdiri di luar.  Terus, di tiga mesin atm bank swasta nasional lain... asli, kosong melompong. Tidak ada orang bertransaksi, apalagi antri di belakangnya.

Saya melenggang ke arah salah satu atm itu.  Masukin kartu yang dikeluarkan oleh bank lain.  Pilih transaksi penarikan tunai, dan jebreeet...dalam sekejap uang keluar, tanpa biaya sesen pun.

Selesai ambil duit, ada seorang ibu berkata,"kok bisa ambil duit dari atm itu padahal kartu saya dari bank lain?"  Saya bilang aja," ini kan ATM Bersama bu... asal ada logo di kartu atm dan mesinnya, pasti bisa.  Selain penarikan tunai, bisa juga buat transfer dan bayar kartu kredit lho bu"

Ibu itu manggut-manggut sambil melihat kartu atmnya.  Kemudian pelan-pelan berjalan meninggalkan antriannya menuju atm yang kosong.  Dia bilang, mau ambil duit dari ATM Bersama aja...  Setelahnya, saya sempat memperhatikan beberapa orang meniru jejaknya.

Jadi, ngapain antri lama-lama, kalau bisa pakai ATM Bersama?  Mudah, cepat, dan tanpa biaya (untuk penarikan tunai).  Untuk cek saldo dan transfer antar bank peserta ATM bersama, biayanya lima ribu rupiah saja..  Gampang kan?

 

*pemakai setia ATM Bersama sejak tahun 2006*

Wednesday, January 13, 2010

Resolusi 2010 yang berubah tiba-tiba…

Resolusi 2010, sudah dibuat.  Tapiiiii seminggu setelahnya, saya harus melakukan perubahan yang signifikan.  Resolusi 2010 yang saya post kemarin terasa datar.  Kecuali untuk poin terakhir, saya tidak merasa perlu adanya usaha yang besar dalam mencapai targetnya.  Semua terasa sangat realistis, mengalir dan apa adanya buat saya…

Di tulisan itu, saya tidak mencantumkan target untuk beli tanah, rumah, atau bahkan renovasi rumah yang saya tempati sekarang.  Ingin beli tanah yang luas-bisa tanam kecapi mangga rambutan jambu, tapi belum dapat lokasi yang cocok.  Jadi saya cari sambil ‘jalan’ saja.  Rumah, hmm...sudah lebih dari tiga kali usaha saya beli rumah.  Ada saja halangannya sehingga saya berpikir mungkin Allah belum menghendaki saya memilikinya. 

Sampai  dua hari yang lalu… 

Setiap pulang kantor, saya dan Ibu ada kebiasaan duduk bersama depan tivi.  Macam-macam yang dibahas.  Masak apa hari ini, makan siang di mana, apa headline news dan berapa harga emas hari ini, siang tadi ngaji di mana ketemu siapa.  Sampai akhirnya ibu cerita beliau habis bebenah rumah, antisipasi banjir.  Yak, banjir memang masih jadi momok buat kami setelah banjir besar tahun 2007. 

Saya kasihan membayangkan ibu turun naik tangga ke gudang di lantai atas.  Saya juga terpikir untuk menyelamatkan ‘harta’ saya yang lain, buku-buku saya.  Buku-buku tersebut sekarang tersimpan di lemari gantung di dinding dan dalam beberapa buah container plastic besar.  Banjir  tahun 2007 membuat  5 lemari  buku dari serbuk kayu yang dipadatkan hancur lebur.  Untungnya buku-buku berhasil di selamatkan.

Rumah ini, telah 20 tahun kami tempati dengan perbaikan kecil di sana-sini.  Kami betah sehingga beraaat rasanya untuk pindah ke tempat lain.  Jarak rumah-kantor hanya 13 km, dekat mesjid (ibu aktivis di sana), dan yang paling penting dekat pasar + C4 + XXI

Saya rasa, sudah waktunya saya melakukan perubahan besar.  Lagipula, ini rumah milik saya mengingat saya adalah pewaris tunggal J  Jadi kalaupun nanti saya beli rumah berarti saya melakukan diversifikasi investasi ke property.  

Akhirnya saya memutuskan untuk merenovasi besar-besaran, menjadi 2 atau 2-1/2 lantai, tergantung saran arsiteknya nanti.  Kondisi sekarang adalah 1-1/2 lantai, yang mana lantai atas dipakai untuk kamar pembantu, gudang, dan jemuran.

Alhamdulillah, rencana ini bikin hidup saya lebih hidup, dan saya bersemangat sekali dalam perencanaannya.  Coba bayangkan, dua hari yang lalu niat ini tercetus, dan dalam dua hari ke depan saya akan bertemu dengan calon arsitek dan kontraktornya.  Kalau semua lancar, akhir Maret saya dan ibu akan pindah sementara.  Alhamdulillah lagi, kemarin dapat rumah penampungan sementara.  Rumah tersebut milik teman ibu, dan penghuni sekarang akan habis kontraknya akhir Maret. 

Doain ya teman.. semoga prosesnya lancar dan tidak ada halangan dalam pelaksanaannya.  Amin

 

gambar dari sini

Wednesday, January 6, 2010

Resolusi 2010

Belom telat dong, untuk nulis resolusi 2010.

Berikut ini daftarnya:

...lunasin ongkos umroh Maret/April 2010,

...beli hape baru *yang sekarang umurnya udah 5 tahun*,

...bekerja lebih baik lagi,

...mulai jogging lagi,

...mulai yoga lagi,

...sholat lebih khusyuk,

...lebih sering baca Qur'an,

...lebih sering jalan-jalan dan pelesiran,

...lebih rajin top up reksadana,

...lebih banyak beli emas daripada tahun 2009,

...lebih sering makan makanan sehat,

...menikah *dengan catatan dapat calon yang OK dunia akhirat* (tambahan -diingetin temen lewat YM)

Hmmm banyak juga yah... insya Allah, saya siap...

Sunday, December 20, 2009

Pengalaman Perpanjang STNK

Tanggal 20 Desember 2009, si mungil Honda Jazz Coklat Metalik M/T ulang tahun ke 5.  Waktunya perpanjang STNK.  Sejak masuk bulan Desember, saya sudah siapkan uang untuk bayar pajak dan berpikir, apakah akan mengurus sendiri atau minta tolong orang (calo maksudnya).

Lihat kalender, ternyata 20 Desember jatuh pada hari Minggu.  Dengan demikian, paling lambat Sabtu 19 Desember, saya sudah dapat STNK dan plat nomer baru.  Karena Sabtu di minggu-minggu sebelumnya saya ribet dengan orderan kue, walhasil baru tanggal 19 kemarin saya bisa urus STNKnya.  Itu pun setelah si ibu sms bilang klo kuenya buat Minggu tgl 20, bukan Sabtu...

Jam 07:30, saya keluar rumah dengan si mungil menuju Kantor SAMSAT Ciledug.  Sampai sana jam 07:40 , weleh weleh... kantor belum buka, tapi map merah berisi foto kopi KTP/STNK/BPKB sudah menumpuk di depan loket pendaftaran.  Langsung saya menuju tempat foto kopi untuk membeli map, fotokopi KTP, STNK, dan BPKB.  Biayanya Rp 4,000.-  Bapak petugas fotokopi bilang supaya saya langsung parkir mobil di tempat check fisik kendaraan.  Ya, karena sudah 5 tahun, akan dilakukan check fisik berupa penggesekan nomer rangka dan nomer mesin.  Alhamdulillah, si mungil adalah kendaraan roda empat pertama yang tiba di tempat check fisik dan dapat giliran nomer satu.

Jam 08:00, semua loket serentak dibuka.  Petugas check fisik yang sudah menyiapkan kertas + pensil, langsung menuju si mungil dan melakukan tugasnya.  Gak sampai 5 menit, selesai... dan kertas yang sudah digesek tadi dibawa ke kantor check fisik untuk divalidasi dengan nomer yang ada di STNK + BPKB.  Biaya Rp 25,000.-

Setelah itu saya menuju loket pendaftaran 1.  Di sini, ada petugas yang mengisi formulir berdasarkan masing-masing kebutuhan.  Untuk saya berarti: pembayaran pajak, perpanjang STNK, dan ganti TNKB.  Waktu tunggu +/- 10 menit.

Dari loket pendaftaran 1 di lt. 1 saya menuju lantai 2, untuk daftar ulang.  Di sini, saya menunggu kira-kira 10 menit sebelum nama saya dipanggil untuk menunjukkan BPKB asli. 

Dari sana, saya menuju Kasir.  Nah, di sini saya harus menunggu lebih lama, kurang lebih 30 menit.  Dugaan saya, karena formulir perpanjang STNK dipisahkan dari formulir yang hanya untuk bayar pajak.  Karena saya lihat, orang-orang yang namanya dipanggil belakangan di loket daftar ulang malahan dipanggil lebih dulu di kasir. 

Sambil menunggu, saya siapkan uang kira-kira Rp 1.6 juta...sejumlah pajak yang saya bayarkan tahun lalu.  Perkiraan saya tidak meleset jauh, total yang saya bayarkan Rp 1.623 juta, sudah termasuk biaya administrasi STNK + TNKB.

Dari Kasir saya menuju loket pengambilan STNK.  Lagi-lagi menunggu +/- 10 menit, sebelum nama saya kembali dipanggil.

Dari lantai 2, saya kembali ke lantai 1 untuk ambil plat nomer baru.  Tidak ada acara menunggu, karena plat saya sudah siap.  Saya diminta masuk ke dalam ruangan untuk serah terima plat.  Sewaktu saya tanya berapa biayanya, bapak petugas hanya mengatakan seikhlasnya saja bu... ;-)  Alhamdulillah, saya ikhlas mengeluarkan Rp 20,000 buat plat nomer baru + bonus plastik bungkus STNK.

Sebelum jam 10, urusan saya di SAMSAT Ciledug sudah selesai.  Beberapa hal yang saya amati di kantor SAMSAT ini adalah tertib dengan ruang tunggu yang luas, kursi tunggu yang banyak, dan tanda "DILARANG MEROKOK" di beberapa tempat.  Ada juga play ground untuk anak-anak, dengan area yang cukup luas dan alat permainan yang bagus... hmmm  kantor SAMSAT Ciledug

Note:

Si mungil sempat dipuji dan dibelai-belai oleh di petugas check fisik.  Menurut beliau, untuk mobil usia 5 tahun, kondisi si mungil sangat baik.  Mesin masih kinclong, body mulus, kilometer masih rendah.... Ya iyalah pak, lha wong cuma dipakai rumah kantor pp Senin-Jumat, dan buat keliling anter kue atau belanja kalau wiken.  Minumnya juga Shell Super atau yang setara... ganti oli (pakai Shell Helix) tiap 5000 km.  Si mungil ini sudah pernah ditawar dengan harga 80-110 juta lho....

Wednesday, December 16, 2009

My New Life without Braces.. :-))

Setelah tiga tahun dua bulan, akhirnya kemarin braces saya dilepas.  Agak aneh rasanya... plong dan tidak ada ganjalan lagi di gigi saya.  Hari ini, tiap sepuluh menit saya ngaca...dan mengagumi gigi saya.. huahahaha  Memang masih belum 100% bebas, malam hari saya masih harus pakai removable retainer (rahang atas) dan fix retainer di rahang bawah seumur hidup.  Walau demikian, pelepasan braces ini merupakan salah satu milestone saya di 2009

Saya kilas balik dulu....

Tiga tahun lalu mulut saya isinya berantakan karena gigi geligi yang gak cukup tempat (istilahnya crowding).  Sewaktu hal ini dirasa mulai mengganggu, saya datang ke dokter.  Terus foto panoramic, terlihat lah biang keladinya si gigi geraham bungsu yang impacted sehingga mendesak gigi-gigi di depannya.

Drg. Ria Budiati Sp.Ort bilang fix orthodonty appliance diperlukan pada kasus saya, untuk memperbaiki posisi gigi, dan memindahkan gigi2 ke posisi yang seharusnya.  Jadi tidak cukup dengan odontectomy (operasi pengambilan geraham bungsu).  Juga harus ada beberapa gigi yang harus dikorbankan, supaya ada ruang untuk gigi lain bergerak.

Hidup saya selama tiga tahun terakhir dengan braces, cukup menyenangkan.  Tidak pernah kurus karena gak doyan makan walaupun tetap harus menghindari beberapa jenis makanan seperti yang keras atau lengket.  Alhamdulillah juga tidak mengalami iritasi, karena Drg. Ria bekerja dengan haluuuus dan detail.  Hikmah yang saya dapat selama pakai braces adalah saya lebih rajin menggosok gigi :-)

Sebetulnya, braces saya bisa dicopot lebih cepat kalau saya lebih cepat odontectomy.  Karena selama masih ada gigi durjana tersebut, perawatan orthodonty saya akan sia-sia dan kemungkinan besar crowding lagi.  Baru setelah odontectomy bulan October 2009 yang lalu, Drg. Ria melakukan persiapan untuk lepas braces seperti cetak (untuk pembuatan retainer), koreksi akhir dengan pemakaian ligatur dibeberapa tempat (untuk mengikat dan memastikan tidak ada gigi yang bergerak).

Akhirnya, tadi malam perangkat ortho seperti rubber, wire, bracket dan kawan-kawannya serentak dilepas.  Kemudian dibersihkan, pasang fix retainer, dan coba removable retainer.  Oya, sempat dikasih obat apa gitu...ditempel di gigi sebulan sebelum dipoles kinclong bulan depan...

Hari ini, rasanya ingin senyum lebar teruuuus... hahaha  Karena the most obvious benefit of orthodontics is a beautiful smile *sambil senyum lebar dan indah pastinya*

Atas permintaan penggemar, berikut ini saya tampilkaaaan....

*maaf ya, belom kinclong soalnya belom dipoles dan masih pakai retainer*