Pages

Sunday, December 26, 2010

Rencana 2011

Yuk ah, mumpung lagi santai.. saya mau bikin rencana untuk tahun 2011..

Selain rencana-rencana 2010 yang belum tercapai seperti: lebih baik ibadah, lebih rajin olah raga, lebih sering pelesiran, dan menikah.. saya pengen di 2011 saya bisa:

  • Belajar salah satu alat musik... pengennya gitar, biola, atau piano.. eh tapi piano mahal ya.. mana besar pula barangnya...
  • Sertifikasi diving.. supaya bisa mengagumi keindahan bawah laut..
  • Bikin 40 stunning dishes dalam setahun... terinspirasi acara master chef... di mana orang2 biasa dengan cooking passion yang luar biasa, bikin makanan yang kueren dan looks yummi... Jadi dalam setahun kan ada 52 minggu, rencananya saya mau bikin masakan yang berbeda tiap minggu, dengan resep2 dari epicurious, bon apetite, atau foodnetwork.. cukup 40 minggu aja..

Ayo, ada yang mau nambahin gak?  *nantangin* wkwkwkwkwk

Selamat liburan semuanya...  saya udah gak sabar pengen liburan juga... rencananya mau ke sini nih minggu depan.. mantep kan!

Tuesday, December 21, 2010

Evaluasi 2010

Tahun 2010 masih sisa sepuluh hari.  Secara umum, tahun ini berjalan baik, mulus, lancar-lancar, Alhamdulillah.. kalau ada halangan sedikit-sedikit, ya wajar lah, namanya juga hidup.

Waktunya bikin evaluasi, target dan rencana apa yang tercapai dan mana yang belum. 

Dulu, sebelum bikin resolusi 2010, pernah ada yang bilang... kalau bikin resolusi, yang masuk akal dan wajar, jangan muluk-muluk supaya tidak kecewa kalau tidak berhasil.  Menurut saya, selain dibuat wajar dan masuk akal, resolusi juga harus dibuat 'menantang' dan menyenangkan... Supaya saya happy dan tertantang waktu berusaha mewujudkan rencana-rencana tersebut...

Di bagian bawah, ada resolusi yang saya buat di awal tahun 2010.  Untuk evaluasinya, saya mau kelompokin jadi tiga ya.. yaitu karier, keuangan, keluarga dan pribadi.  Hmmm sebenernya gak bisa berdiri sendiri sih, karena saling terkait satu sama lain. 

Untuk karier, Alhamdulillah.. dengan niat yang baik, hasilnya juga baik.  Sekarang saya bisa berada dalam satu tempat yang memungkinkan ilmu saya berkembang.  Ilmu nambah, tuntutan tanggung jawab juga bertambah, kompensasi pasti jauh lebih baik.  Temen-temen saya pasti tau lah, saya sering kerja dari pagi sampai malam bahkan dini hari (nemenin kunti istilahnya)... Tapi saya percaya, gak ada kerja keras yang sia-sia.  Amiiin...  Tahun ini, boss JBRO pindah ke Angola, dan diganti Antonio.  Antonio ganteng luar biasa, tapi bengissss..!!  Bagusnya, dia percaya sama saya.  Dia juluki saya:  nining, my dearest production & capex queen.. preeeetttt....

Untuk keuangan, Alhamdulillah.. selain gajian tiap bulan, dapet juga dari jualan kue.  Omzet bikin kue berkembang, tapi nilainya tidak bertambah.  Saya ingin konsisten jual kue di hari libur dan wiken saja.  Pelanggan pun itu-itu saja, yang tetap setia sama kue buatan saya.

Kondisi pasar yang bagus (IHSG > 3600), membuat saya senaaaang sekali tahun ini karena nilai investasi saya yang berkembang luaaaarrrr biasa.. Hasilnya? Bisa buat tambah-tambah bangun rumah emak... yuhuuuuu *joget-joget* Ini salah satu impian jadi kenyataan yang sebelumnya tidak ada dalam daftar resolusi saya.  Sedangkan negative sidenya, saya jadi malas top up karena harga unit yang mahal.. Belum ada prediksi akan naik ke 3700 ataun 4000, atau malah bertahan di level 3500-an atau lebih buruk lagi... 

Nilai tukar rupiah yang kuat terhadap USD, bikin saya bolak balik atm-money changer-bank untuk jual beli valas... insya Allah ini buat tabungan calon anak saya nanti ya.. Mana tau dia minta sekolah di amerikiya  (walaupun pastinya saya bakal suruh dia cari beasiswa dulu). 

Sedangkan harga minyak yang terus melambung, bikin harga emas juga naik.. Ya, kenaikan harga minyak ~ emas.  Eh tapi ini analisa saya lho, jangan dijadikan patokan.  Hal ini tidak membuat saya terus mengurungkan niat menyisihkan dana beli emas lho.. tetap beli lah.. karena emas itu perlu, buat hedging.. untuk menjaga nilai, melawan inflasi. 

Untuk keluarga dan diri sendiri..  Di awal tahun saya niat untuk pergi lagi ke tanah suci.  Alhamdulillah saya diberi kelapangan rejeki baik berupa waktu, kesehatan dan dana buat mewujudkan niat itu.  Tidak lupa, saya ajak ibu saya dong... masa saya mau senang-senang sendiri.  Saya juga beli hape baru lho, pengganti hape jebod saya yang umurnya sudah lima tahun.. hahaha resolusi kok beli hape *lha katanya yang masuk akal?* 

Saya juga lebih rajin olah raga, ke gym, jalan pagi (udah gak kuat jogging), tapi gak pernah yoga lagi.  Saya pake personal trainer (PT), walaupun baru ketemu 2 kali dari jadwal 12 kali.. hahaha.. PT saya ini, namanya mas Dani, galak.. kalau habis sesi PT, badan saya pasti terasa mau rontok, capek banget.. berat badan saya gak turun banyak, tapi saya merasa lebih sehat, bisa tidur lebih nyenyak, dan gak cepat merasa lelah.  Terus soal makanan, inginnya saya lebih sering makan makanan sehat.. apa daya, saya masih sulit mewujudkan ini...  saya masih doyan sate ayam pak Ali, sop buntut, pasta, aygor, burger, sari ratu walaupun saya juga sering makan serat tinggi dan sayuran plus buah-buahan.

Soal ibadah, ah biar Gusti Allah yang nilai yah.. saya sih merasa tahun ini malah ada penurunan.  Misalnya, tahun tahun sebelumnya, 15 Ramadahan saya sudah bisa khatam Quran. Tahun ini, 14 Ramadhan saya masih baca surat At-Taubah.   Maafkan saya, ya Allah.. saya malu... 

Mendekati akhir tahun ini, saya masih sendiri... belum bertemu ataupun dipertemukan dengan jodoh saya.  Yo wis pasrah aja, tetap minta sama Allah, dan tetap semangat mencari.. hehehe

Teruuusss, rencana lebih sering jalan-jalan dan pelesiran? Tahun ini saya kemana yak selain umrah, bogor, dan bandung? Huhuhu rencana jalan-jalan tahun ini belum berhasil diwujudkan.  Penyebab utamanya adalah proses pembangunan rumah emak yang menuntut perhatian saya.  Jadi kalau saya cuti, waktunya saya pakai buat berburu material.  Cumaaaa, sekarang saya senang, karena tiket pesawat dan hotel di Bali buat awal January sudah di tangan.  Hmmm...  3 nights Spa & Reviving @ Aston Nusa Dua Bali.. asyik asyik... 

Di luar itu semua, milestone saya tahun ini adalah rumah Bintaro.  Tidak ada dalam daftar resolusi 2010.  Rumah yang dibeli dari hasil jerih payah saya, rumah yang bikin saya jatuh cinta pada pandangan pertama, rumah yang juga dimudahkan proses jual belinya. 

Alhamdulillah...  terima kasih ya Allah.. It's been a tremendous year for me.. Semoga tahun depan saya bisa jadi nining yang lebih baik lagi.. yes, i can!

***Lhaaa, kenapa banyakan yang gak dicoret daripada yang dicoret yak? hihihi*

...lunasin ongkos umroh Maret/April 2010, ...beli hape baru *yang sekarang umurnya udah 5 tahun*,...bekerja lebih baik lagi, ...mulai jogging lagi, ...mulai yoga lagi...sholat lebih khusyuk, ...lebih sering baca Qur'an, ...lebih sering jalan-jalan dan pelesiran, ...lebih rajin top up reksadana, ...lebih banyak beli emas daripada tahun 2009, ...lebih sering makan makanan sehat, ...menikah

Tuesday, November 30, 2010

Closing Cycles

Got this note from my so-called best friend, Epi... which in fact is an article by Paulo Coelho. As usual, his note is somewhat poetic, spiritual and deep that it would require me to think and reflect. Yet it is entertaining and there is just so much to learn from it.  And again, Epi makes me feel like i got a punch in my chest....and end up with tears in both eyes...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Closing Cycles by Paulo Coelho

 

One always has to know when a stage comes to an end. If we insist on staying longer than the necessary time, we lose the happiness and the meaning of the other stages we have to go through. Closing cycles, shutting doors, ending chapters – whatever name we give it, what matters is to leave in the past the moments of life that have finished.

 

Did you lose your job? Has a loving relationship come to an end? Did you leave your parents’ house? Gone to live abroad? Has a long-lasting friendship ended all of a sudden? You can spend a long time wondering why this has happened.

You can tell yourself you won’t take another step until you find out why certain things that were so important and so solid in your life have turned into dust, just like that. But such an attitude will be awfully stressing for everyone involved: your parents, your husband or wife, your friends, your children, your sister. Everyone is finishing chapters, turning over new leaves, getting on with life, and they will all feel bad seeing you at a standstill.

 

Things pass, and the best we can do is to let them really go away.

That is why it is so important (however painful it may be!) to destroy souvenirs, move, give lots of things away to orphanages, sell or donate the books you have at home.

 

Everything in this visible world is a manifestation of the invisible world, of what is going on in our hearts – and getting rid of certain memories also means making some room for other memories to take their place.


Let things go. Release them. Detach yourself from them. Nobody plays this life with marked cards, so sometimes we win and sometimes we lose. Do not expect anything in return, do not expect your efforts to be appreciated, your genius to be discovered, your love to be understood.


Stop turning on your emotional television to watch the same program over and over again, the one that shows how much you suffered from a certain loss: that is only poisoning you, nothing else. Nothing is more dangerous than not accepting love relationships that are broken off, work that is promised but there is no starting date, decisions that are always put off waiting for the “ideal moment.” Before a new chapter is begun, the old one has to be finished: tell yourself that what has passed will never come back. Remember that there was a time when you could live without that thing or that person – nothing is irreplaceable, a habit is not a need. This may sound so obvious, it may even be difficult, but it is very important.

 

Closing cycles. Not because of pride, incapacity or arrogance, but simply because that no longer fits your life. Shut the door, change the record, clean the house, shake off the dust. Stop being who you were, and change into who you are.

Sunday, October 31, 2010

[Update] Renovasi Rumah Emak - Selesai

Udah posting foto-fotonya, saya tulis ceritanya di sini.

Setelah renovasi kurang lebih 5 bulan (bersihnya 4.5 bulan), rumah emak akhirnya selesai juga.  Alhamdulillah.

Hasilnya memuaskan sekali.  Dengan biaya tidak sampai 3 jt/m2, saya dapat barang kualitas top.  Keramik Roman, cat Dulux pentalite dan weathershield, saniter TOTO, kusen & pintu dari kayu kamper oven, gagang pintu merk di atas SOLID (lupa merknya) pokoknya anak kuncinya gak bisa digandain, jet pump SANYO, dan AC Sharp Plasmacluster. 

Alhamdulillah lagi, saya bisa renov rumah ini buat ibu.  Terus terang, ibuku trauma sekali dengan musibah banjir yang melanda Ciledug 2007.  Tapi diajak pindah rumah ke daerah lain ya gak mau, karena beliau terlanjur 'attach' dengan daerah itu.  Solusinya adalah renov habis rumah itu, dengan meninggikan permukaan bangunan 50 cm, dan lantai dua didak full. 

Jarak dari lantai ke plafon dibuat 315 cm, tidak heran rumah ini terasa adem.  Keramik pakai ukuran standar 40x40 cm, dengan motif yang tidak terlalu ramai memberikan kesan luas.

Untuk pencahayaan, pakai downlight kurang lebih sebanyak 59 titik.  Kecuali ruang tamu dan teras lantai atas yang pakai lampu gantung.

Terima kasih buat Bang Ade untuk disain rumah, ME, dan EE-nya.  Terima kasih buat Engkong (Pak Syahrul) - pemborong dan Pak Carba - mandor buat kerjanya yang top banget.  Alhamdulillah, terima kasih dengan garansi seumur hidup yang dikasih buat rumah ini.

Kalau ada yang mau pakai jasa mereka, let me know yah.. nanti dikasih tau nomer telponnya.

Ini sebagian foto2nya yah...  lengkapnya ada di sini.

Tampak depan:

Ruang keluarga (lantai 1):

Dapur:

Ruang keluarga (lantai 2):

Kamar mandi (lantai 1 dan lantai 2 punya kamar mandi dengan ukuran yang sama, cuma beda warna)

Teras lantai 2:

Buat informasi, cat yang dipakai adalah Dulux Pentalite warna: yellow lime, apple green, dan orange.  Jadi judulnya... buah-buahan.. hehehe

Tuesday, October 26, 2010

This Must Be Love

Gak kebagian tiket konser David Foster (DF), jadinya puter2 CD DF dari minggu lalu.. Padahal kalo kebagian tiketnya, emang saya mau beli? hehehe mending duidnya buat beli furniture rumah baru ya.. hehehe

Dari sekian banyak lagu DF, saya suka sekali dengan lagu This Must Be Love.  Liriknya yang 'dalem' *cuit cuit*, musiknya yang enak, juga kenangan dengan lagu itu.

Inget lagu ini, inget Ira, teman seangkatan di kampus, teman sekamar kost di Green & WH, juga teman yang sekarang jadi tetangga rumah.  Soalnya Ira sangat menghayati lagu ini, lebih dari dia menghayati lagu kebangsaan Indonesia Raya wkwkwkw... Cara Ira menyanyikan lagu ini sambil merem melek, lucu, menghayati banget... lwkwkwkwk...

Lagu ini juga sukses bikin saya lupa belok di jalan yang seharusnya, hari Jumat minggu lalu.  Walhasil saya terjebak macet di Permata Hijau hehehe

Jadi, bukan karena pengalaman cinta-cinta'an yang bikin saya selalu ingat dan menyukai lagu ini, tapi karena cerita-cerita lucu di baliknya.

Ini lirik lagunya.. dan ini link ke youtube... yok mari nyanyi sama-sama...

This must be love

What is this look I often see
faces filled with ecstasy
what's going 'round, tell me what have they found
I've been searchin' for the answer
trying to work my feelings out
I've been up all night, girl
nothing is goin' right

Since we met I've had some problems
with words I couldn't say
now you've changed my life forever

This must be love the one I heard about
no other kind of feeling turns me inside out
Yes this must be love controlling my heart and mind
let's take a vow to make it last'til the end of time, 'til the end of time.

It's a strange sensation, a new creation and I just don't have a defense against it
I'm completely outdone for the first time there's only one
the things I did, I don't do no more
there's no desire, no looking for
who or what is to blame no it cannot be explained

since we've met I've had some problems
with words I couldn't say
now you've changed my life forever

Something's come over me,
you're all my eyes can see, whatever it may be

http://www.youtube.com/watch?v=-7rsaL_kejY

Sunday, October 10, 2010

Sabar antri, malah digebrak...

Saya selalu berusaha untuk jadi pengendara yang sabar.  Kalau lagi nyetir mobil, ya jadi supir yang sabar.  Ekstra sabar dengan pengendara mobil lain atau motor yg hobi melanggar lalu lintas. Ini adalah biangnya tukang memperparah kemacetan. Sudah jelas terdapat tanda dilarang lewat masih saja menerobos, akibatnya ruas jalan dua arah menjadi sama2 tidak bergerak dan tambah bundet. Atau ketika sedang mengantri diperempatan dalam keadaan macet, tukang melanggar aturan pasti tidak telaten menunggu giliran lampu hijaunya dan lampu merah pun dibabat tanpa sungkan, bisa ditebak keruwetan semakin menjadi-jadi. Mereka benar2 mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan keselamatan orang lain.  Kalau saya lagi naik motor (diboncengin pastinya!), saya sering ingetin supir motornya untuk sabar, dan gak usah ikut-ikut nerobos jalur orang atau melanggar lampu merah.

Tapi rupanya apa yang saya lakukan itu, malah dapat balasan sebaliknya.  Mungkin Gusti Allah pengen ngajarin saya supaya lebih sabar... hehehe

Kapan itu, saya nyetir mobil. Sabar dan antri di jalurnya (ya iyalah..emangnya bisa nyebrang ke jalur orang!!).  Maklum, penyempitan dekat Puri Botanical Residence adalah jalur neraka di pagi hari... macet pun tidak bisa dihindari.

Nah, ceritanya saya ambil jalur paling kanan deket trotoar.  Mendekati tanda putar balik (U-turn), jarak saya dengan mobil depan semakin rapat.  Entah kenapa, ada motor dari sebelah kiri saya, berusaha memotong jalur saya.  Dia ingin ke jalur sebelah (yang menuju arah berlawanan).  Padahal jarak saya dengan mobil depan sangat rapat.  Motor itu nekad, dan masih berusaha menggerakkan badan sepeda motornya.  Tapi motor itu tidak berani lewat.  Bisa aja motor itu lewat, tapi dipastikan menggores mobil saya.  Saya yang sudah pasang rem tangan, santai-santai aja dong menunggu mobil depan bergerak. 

Ketika mobil depan saya maju perlahan, saya menurunkan rem tangan dan mulai injak gas sambil mata bolak balik liat spion kiri, karena saya penasaran sama gerak gerik motor tadi.  Eh betul dugaan saya, motor itu langsung potong kanan di mobil belakang saya.  Bukannya langsung ngacir di jalur sebelah, motor itu mendekat sisi kanan mobil saya (yang tidak terhalang trotoar pembatas).  Tiba-tiba.. "Bruaaaakkkk...!!!"  bbooo, jendela saya digebrak!!  Ditonjok pake tangan... suaranya kuenceeeng sekali! 

Setelah hilang kagetnya, saya ketawa, dan kasih dua jempol buat bapak itu.  Kenapa? karena saya tau , tangan kanan yang dipakai nonjok tu pasti sakit... hehehe emang enak!

Monday, October 4, 2010

Cerita Ulang Taon...

Kemarin, saya ulang taun ke -21.. hihihi *nyolong umurnya kebangetan*  Kalo dikasih tau umur sebenernya, pasti gak ada yang percaya.. Banyak yang bilang, saya awet muda! hahaha Alhamdulillah, terima kasih ya Allah karena sudah memberikan aku muka yang gak boros...

Ok, ucapan ulang taun di terima mulai jam 8 malam tgl 03.. hihihi belom dibalasin, soalnya aku mau pake wib aja...  terus ada jg yang nelpon jam 1 pagi... weleh!! gak tau apa, kalao saya ngantuk berat!  tapi thanks for your birthday wish.... doanya bikin saya 'meleleh' karena mengingatkan saya untuk terus bersyukur atas semua berkah yang saya terima....

Bukannya makan-makan, atau happy-happy...hari ulang taun malah saya pakai untuk diam, sendiri, merenung.. (padahal aslinya ngantuk), dan makan siang sendiri.  Kenapa merenung?  Karena saya ingin kembali mengingatkan diri sendiri, kalau kontrak umur saya di dunia semakin pendek waktunya... Masih sedikit 'tabungan' saya untuk 'masa depan'... Doa yang saya ucapkan berulang-ulang di hari ulang tahun saya adalah saya minta untuk terus sehat dan selamat, karena saya ingiiiiiin sekali punya anak (cari bapaknya dulu kaleeee)....  Tapi kalau gak dikasih juga ya gapapa, mungkin memang begitu rencanaNya... toh Allah udah kasih banyak juga buat saya...

Berhubung hari itu saya batal cuti, maka batal pula acara makan siang bareng temen2 dekat ibu saya.  Udah gitu, ibu juga gak masak...  Malamnya, saya mampir tukang martabak.  Ya, ulang tahun kali ini gak ada yang kirim kue.. hahaha *curcol* jadi saya beli aja martabak telor spesial 1, martabak keju 1... beli sendiri, makan sendiri...

Sampe rumah, emak menyambut sambil ketawa-ketawa.... padahal penat, bawaannya bete ajah... waktu buka kulkas, taraaa...ada kue black forest gedeee...  siapa lagi yang buat kalo bukan emak?

Emak, i love u full... maafin aku ya, di umur yang sudah setua ini aku masih terus ngerepotin emak... 

Malamnya, tidur dengan perut kenyang dan hati riang...