Yuk, ikutan quiz dulu..
Buat lucu-lucuan aja... sambil siap2 jemput emak di airport.
Seru lho.. hasilnya? gue bangeeett..
| You Are Dark Chocolate |
|
You live your life with intensity, always going full force. |
Yuk, ikutan quiz dulu..
Buat lucu-lucuan aja... sambil siap2 jemput emak di airport.
Seru lho.. hasilnya? gue bangeeett..
| You Are Dark Chocolate |
|
You live your life with intensity, always going full force. |
Sering ya dengar orang bilang, salah tidur.. Kenapa dibilang salah tidur? padahal tidur gak punya salah apa-apa sama kiita.. eh tapi ada juga yang bilang, salah bantal.. nah lho! *mulai ngaco, tadi malam ngelem berapa kaleng kakak...??*
Salah tidur atau salah bantal itu maksudnya kira-kira sakit leher akibat salah posisi waktu tidur. Jadi, waktu bangun pagi itu, leher suakiitt banget kalo nengok ke kiri atau ke kanan.
Entah kenapa, saya sering sekali ngalamin itu. Apa karena tidur saya yang terlalu lasak? Perasaan nggak deh... Karena kalau bangun, saya berada di posisi yang kurang lebih sama dengan posisi sewaktu saya mulai tidur. Ini bisa dilihat dari bagian tempat tidur mana yang berantakan... walaupun tempat tidur saya gede, saya tidak dengan semena-semena ganti posisi tidur walaupun dalam keadaan tidak sadar.. hihihi
Kalau lagi ngalamin salah tidur, saya tersiksa sekali. Pagi-pagi, gak bisa tengok kanan kiri dengan leluasa. Kalau ada yang panggil, bukan cuma kepala saya yang nengok tapi badan perlu nengok juga. Obat satu-satunya ya pijat. Tapi gak boleh sembarang tukang pijat, karena salah-salah, bukannya sembuh malahan bikin tambah parah. Pernah ada yang kasih tau, kalau koyo bisa jadi obat mujarab. Tapi saya pernah coba, dan saya gak tahan dengan panasnya. Padahal saat itu, saya coba koyo yang paling 'mild' alias tidak 'hot'.
Selain karena posisi tidur yang kurang baik, kabarnya salah tidur ini juga bisa terjadi gara-gara kurang olah raga. Uhuuuiii, kalau ini rasanya cocok buat saya. Saya belum pernah lagi berenang sejak bulan puasa. Soalnya sakit leher ini udah menimpa saya sebanyak kurang lebih tiga kali sejak bulan Ramadhan.
Baiklah, kalau begitu saya mau mulai olah raga lagi. *Ira, halo halo ya kalau pak Abok tidak di rumah jadi saya bisa nebeng berenang di rumah situu*
Saya juga harus stretching paling nggak tiap satu jam kalau sedang bekerja dan meng-enable (halah bahasanya!) workpace break saya... *hihihi kebiasaan buruk, jangan ditiru, tiap habis start komputer saya langsung disable workpace break saya*
Selamat kerja semuanya. Semoga sehat dan lancar semua urusannya. Amin.
Note: gambar tempat tidur saya pinjam dari sini
Dreams, that's where I have to go
to see your beautiful face anymore
I stare at a picture of you and listen to the radio
Hope, hope there's a conversation
where we both admit we had it good but
until then it's alienation, I know, that much is understood
And I realize...
If you ask me how I'm doin I would say I'm doin just fine
I would lie and say that you're not on my mind
But I go out and I sit down at a table set for two
and finally I'm forced to face the truth
No matter what they say, I'm not over you
Not over you
Damn, damn girl you do it well
And I thought you were innocent
You took this heart and put it through hell
But still you're magnificent
I I'm a boomerang doesn't matter how you throw me
Turn around and I'm back in the game
Even better than the old me
But I'm not even close without you
If you ask me how I'm doin I would say I'm doin just fine
I would lie and say that you're not on my mind
But I go out and I sit down at a table set for two
and finally I'm forced to face the truth
No matter what I say, I'm not over you
And if I had the chance to renew
You know there isn't a thing I wouldn't do
I could get back on the right track
But only if you'd be convinced
So until then
If you ask me how I'm doin I would say I'm doin just fine
I would lie and say that you're not on my mind
But I go out and I sit down at a table set for two
and finally I'm forced to face the truth
No matter what I say, I'm not over you
Not over you
Not over you
Not over you
Source:
http://www.elyricsworld.com/not_over_you_lyrics_gavin_degraw.html
Hore! Liburan lagi... !! Siapa sih, yang gak suka liburan? Pasti semua suka. Buat saya, liburan itu wajib hukumnya. Dan sepertinya, tahun 2011 ini saya boros sekali buat berlibur hehehe
Trip ini adalah kali ke tiga saya berlibur bersama Ira dan anak2nya, setelah ke Bali (Jan 2011) dan Singapur bulan lalu. Pilihan tujuan sebenarnya ada dua, yaitu pulau Seribu (belum ditentukan pulaunya) atau Tanjung Lesung. AKhirnya pilihan jatuh ke Tanjung Lesung, karena cuma perlu trip darat (kecuali ingin nyebrang ke Pulau Umang). Kalau ke p. Seribu, kami kuatir Icha & Ina bete kelamaan naik perahu.
Tujuan udah ditentukan, sekarang giliran reserve waktu dan tempat (hotel). Browsing-browsing, telpon sana-sini, dapat rekomendasi untuk nginep di Kalicaa Villa, yang merupakan salah satu villa/cottage di Tanjung Lesung Resort. Kami pilih Villa Bora-bora 3 (tiga kamar tidur) plus kolam renang. Maksudnya supaya langsung nyebur kolam klo malas ke pantai. Oh iya, selain Ira dan keluarga, saya dan Ibu, ada juga Oma dan Nenek.
Perjalanan menuju TKP makan waktu +/- 5 jam, relatif lancar kecuali di tol yang banyak perbaikan (katanya sih menjelang libur Lebaran bulan depan). Saya berangkat dari Bintaro, terus masuk tol sampai BSD, dan langsung ke tol Jkt-Merak. Terus keluar di Serang Timur, lanjut arah kota Pandeglang dan Labuan, ikutin aja jalannya sampai Tanjung Lesung di ujung. Ini peta lokasinya ya. Ambil di sini:
Tanjung Lesung itu.. enaaak tempatnya. Panorama alamnya indah, pasirnya halus walaupun ada beberapa spot yang berkarang, dan anginnya sepoi-sepoi. Pantainya? Subhanallah, airnya bening dan bersih, dengan hamparan pasir pantai yang landai dan luas. Posisi pantai yang tidak menghadap langsung ke samudera lepas membuat tiupan angin dan deburan ombak kawasan ini tidak terlalu besar.
Jalan di kawasan villa dinaungi oleh dahan pohon yang menyerupai kanopi. Bahkan, di beberapa tempat terlihat seperti terowongan.
Fasilitas hotel juga oke banget. Dapat makan pagi (indonesian or american breakfast) dan malam (aneka hidangan laut). Bisa sewa sepeda kalau mau keliling resort, juga macam2 aktifitas di laut seperti: banana boat, snorkeling, sea kayak, dan sepeda air.
Jadi, jangan bingung gak punya kegiatan selama di sana. Bisa makan enak, main air, main sepeda, tidur, makan lagi, jalan-jalan, main sepeda lagi, berenang lagi.. hahaha apa lagi coba?
Foto lainnya di sini yah...
Pagi ini, ada tiga orang yang kasih saran (tepatnya nyuruh) saya ganti si Mungil (mobil saya).
Ampun dijeee....!!! Kenapa semua bersekutu melawan diriku untuk cepat mengganti si Mungil..?
Si Mungil
Odometer si Mungil
Intermezzo ya, cerita pengalaman syerem yang pernah saya alami. Semua pasti tau, kalau makhluk halus itu memang ada. Tapi, tidak semua manusia pernah mendapat pengalaman melihat, merasakan, atau mendengar keberadaannya.
Saya sendiri, mungkin punya perasaan yang halus dan sensitif. Kalau ada yang bilang ini faktor keturunan, saya kurang tau juga walaupun alm. Bapak beberapa kali melihat wujud kakek sorban putih di rumahnya heehehhe
Pengalaman saya dengan 'dunia lain' diawali tahun 1996, waktu saya kerja praktek di UP VI Pertamina, Balongan. Hehehe langsung ketauan deh, umurnya.
Karena Pertamina tidak menyediakan akomodasi (hanya memberi uang), maka saya mencari tempat kost di sekitar UP. Banyak karyawan Pertamina yang juga nge-kost di sini, karena mereka umumnya memiliki keluarga di Jakarta, dan setiap jumat malam ke jakarta lalu balik lagi minggu malam. Saya juga demikian, jumat pulang, minggu balik.
Pernah satu kali, saya gak pulang ke jakarta, jadi wikenan di rumah kost. Kamar-kamar kos letaknya terpisah dari rumah induk. Setiap jam 10 malam, ibu kos dan anaknya menutup dan mengunci rumah utama. Di ruang makan yang letaknya di luar, dekat teras belakang, dan dekat kamar saya, ada boneka yang kalau diputar tuasnya, akan bernyanyi. Menurut saya, boneka itu bentuknya mengerikan.
Jam dua pagi, saya terbangun karena saya mendengar boneka itu bernyanyi. Saya begitu hapal dengan iramanya dan saya yakin saya tidak bermimpi. Sempat saya mengintip keluar kamar, semua lampu dalam keadaan mati. Huhuhu saya langsung menggigil... Jadi, siapa yang nyetel boneka itu ya..? Paginya saya tanya PRT, apa dia bangun jam dua pagi tadi? Dan tentu saja jawabannya: Tidak
Pengalaman kedua, tahun 2007. Saya habis takziah ke kayumanis, orang tua tetangga saya meninggal, dan saya biasa dipanggil beliau: Uyut. Sampai Ciledug, jam 10 malam. Saya masuk rumah ibu, dan serrrrrr.... wangi melati begitu kuat! FYI, waktu itu di rumah kagak ada pohon melati dan gak ada kembang melati di dalam. Terus saya bilang gini: "Uyut, pulang sana! Aku udah selamat sampe rumah kok!" Yang ada, ibu bengong dengernya...
Pengalaman ketiga, terjadi belum lama ini. Saya lembur di kantor. Jam 11 malam, di ruangan saya, sendiri, cuma ada musik yang tidak terlalu jedung-jedung. Sekuriti ada di meja resepsionis, yang letaknya agak jauh dari ruangan saya.
Tiba-tiba ada suara, menyapa saya. Terdengar seperti geraman anjing, disertai angin mendesir dan tiba-tiba dingin. Huhuhuh ngaruhkah? Nggak tuh! saya nggak ngibrit buru-buru pulang, tapi malah nerusin kerja
Mencari jodoh adalah kegiatan yang masih terus saya jalani sampai sekarang. Pokoknya maju terus, pantang mundur, hajar bleh, sikat boooo!!
Kegiatan ini, banyak suka duka-nya. Ada yang lucu, sedih kadang-kadang, seru, dan gak sedikit yang menyebalkan. Yang seru, pernah saya dikenalin ke laki-laki, teman si A. A ini kasih embel-embel: Dia bakal cocok ama elu, nong...sama-sama ini, sama-sama itu. Terus, saya dikasih nomer hape pria itu, begitu juga sebaliknya. Kemudian, ada telpon atau sms, bilangnya: saya Z, temen si A. Berlanjut lah perkenalan di telpon, terus kopdar. Kopdar yang pertama, bikin deg-degan. Blind date gitu lho, jadi kesan pertama bakal menentukan langkah selanjutnya. Gimana kalau pas nelpon suaranya enak, tapi pas ketemu tampangnya di bawah standar atau kelakuannya bikin ilpil? Gimana kalo saya kebawelan dan dia gak berkenan? Huahahaha
Ada juga yang sedih. Pernah kejadian, saya suka si B, teman lama saya. Si B ternyata suka juga sama saya. Asyik, gayung bersambut, judulnya! Tapi karena berbagai sebab, saya dan si B tidak bisa berlanjut. Tetap berteman? Inginnya begitu, tapi sulit pada awalnya. Sehingga kami diskonek dulu beberapa lama, sampai akhirnya netral dan bisa berteman lagi. Sedih? Pasti dong.. tapi kalo bukan jodoh, tidak bisa dipaksa.
Lalu, ada si C. Uuuh, saya sukaaaa sama dia! Dia juga sukaaaa sama saya! Tapi C orangnya minderan. Saya capek terus-terusan berusaha mendongkrak pede-nya. Sering bilang seperti ini: ah kamu S2, saya cuma D3. Masalah perbedaan tingkat pendidikan ini tidak kritikal buat saya selama orang tersebut ada usaha untuk 'belajar' dan nyambung klo diajak omong. Pernah juga si C bilang: adik saya lima, kamu anak satu2nya. Terus, urusannya apa? Dia kuatir klo nanti adik2nya bakal 'merongrong' saya. Padahal kenyataannya, adik-adiknya sudah mempunyai pekerjaan yang baik. Hal-hal seperti ini bikin saya ilpil, dan berpikir: mau sampai kapan? Capek gak sih, 'ribut' soal seperti ini terus? OR.. he's just not that in to me, sehingga mencari alasan untuk terus tidak merasa nyaman? hehehe sepertinya yang kedua lebih tepat. Enam bulan pisah dari saya, saya dapat kabar kalau dia menikah dengan teman sekampungnya, yang berprofesi teller di sebuah bank. Cantik, dan sexy! Alhamdulillah...
Yang nyebelin? Banyak! Pernah saya dikenalkan ke seorang brondong umur 20-an. Kopdar pertama, dia ingin ketemu di salah satu resto di mall dekat tempat saya kerja. Kesan pertama: wow, klimis -rambut pake gel, wangi, dan sepatu lancip! hahaha high maintenance. Ngobrol-ngobrol deh kita. Seruuu, asyik! Bakal awet muda dan update trend masa kini. Ujungnya kok nyerempet soal duit. Dia bilang, pengen punya pasangan yang income minimalnya 20 juta sebulan (itu tahun 2008). Heeehhh? Gak salah dengar? Memang siiiiiih, income saya waktu itu sudah lebih dari 35 juta sebulan *prooottt... boong banget, siap2 digaplok dan dilempar kain pel* tapiiii dengar ada laki-laki yang membatasi minimum income calon pasangannya seperti itu bikin saya muleeessss... terus, maksudnya apa? Pengen nanti pasangannya yang cari nafkah terus dia ongkang-ongkang kaki di rumah, main perkutut dan berkebun? Ah, gak kepake orang kayak gini maaah...
Terus, ada yang ingin kenalan, di fesbuk. Yes, fesbuk! Saya lihat profilenya, ok laaah. Satu almamater di UI, dan mutual friendnya banyak. Untuk ketemu, janjiannya ribeeeet, susah betul, sampai dia ingin datang ke rumah saya. Ingin ketemu ibu saya, padahal saya belum ketemu dia. Weiitss, nanti dulu! Terus saya bilang, ini jadwal saya untuk dua minggu ke depan, silakan cari mana yang enak dan cocok. Kami sepakat untuk ketemu di..... bank! Sambil menunggu giliran saya ke CS, kami ngobrol-ngobrol. Kesan pertama: ilpiiiil, gak seneng! Ampun, masa ngobrolnya pake bisik-bisik ke telinga yang ditutup sebelah tangan macam anak SD yang gak pengen obrolannya didenger temen sebelah. Yang lebih bikin ilpil dia tanya: mobil kamu apa? sekarang saya pake mobil X, nanti kalo proyek saya lolos, saya ganti merk Y... Selesai? Belum! Dia bilang, kalo pergi ke site, daily allowance-nya sekian-sekian. Apa maksudnya? Sangkanya saya bakal tertarik? iiiih, nggak deh... Di sini, saya sms teman saya Yanna, minta tolong dia telpon supaya saya bisa kabur dari obrolan kaje dengan si mas ini, sebut aja D. Usaha kabur pertama, berhasil! Selesai urusan saya dengan CS bank, si D menceramahi saya tentang bunga bank dan riba.. bla bla bla. yeah right! Gak usah diceramahin, saya pun sudah mengerti soal itu dan si D ini kan gak tau, urusan saya dengan bank itu urusan apa.. wkwkwkkw Kelar urusan saya dengan bank, kelar pula dia jadi kontak saya. Kejam? biarin deh kalau dibilang begitu, saya cuma pengen merasa nyaman.
Yang lucu juga banyak. Saya pernah dikenalkan ke duda, mapan dan kumisan (gak ada hubungannya). Terus, dia ajak saya makan malam sama teman-temannya, yang juga saya kenal. Saya ajak teman saya dan suaminya, yang kenal juga sama kenalan saya. Halah, kok ribet. Walhasil, kami semua sibuk dengan makanan pesanan masing-masing, yang enak dan banyak. Sang duda gak ikut makan. Katanya ngantuk. Jadi, kelar makan, si duda bayar, dan pulang. Sepertinya, dia ilpil sama saya dan teman-teman saya yang doyan makan hahaha
Terakhir, ada kejadian seorang al4y dan 4babil, tiba-tiba kirim sms. Dengan tulisan khas alay, dia bilang serius ingin menjadi pendamping hidup saya. Heeeehhh? saya tanya, ini siapa? Dia menyebutkan namanya tapi sumpah, it doesn't ring a bell. Terus saya tanya, dapat nomor saya dari mana, dia gak mau bilang. Beberapa hari kemudian, ketauan kalau anak itu adalah anak pertama dari alm. mutawif saya waktu naik haji tahun 2008. Hari itu, dia dan mamanya datang ke rumah, dan ngomong sama ibu. Ibu bilang, kalau saya terserah anaknya karena nanti dia yang jalanin. Mantap kan jawabannya? Anak ini baru lulus S1, umur 23 tahun, belum bekerja, tidak punya usaha, punya adik tujuh, yang paling kecil umur 6 tahun. Alay booo! Nanti kalau dia ngajak nonton Inbox di CBD Ciledug, gimana? Nanti kalau ada acara kantor atau undangan terus saya ajak dia, apa dia bisa ngobrol sama ibu-ibu dan bapak-bapak teman-teman saya? Saya tidak perlu waktu lama untuk bilang tidak ke dia.
Intinya, sederhana. Saya pengen laki-laki yang gak malu-maluin kalo diajak kondangan. Jadi, ada yang punya kenalan yang bisa dikenalkan ke saya? Siapa tau kita berjodoh. Hahaha boleh dong, namanya usaha! Oh iya, satu lagi... ibu saya bilang, nanti jangan lupa bikin pre-nup yah sebelum kawin! hahahaha