A perfect time to get away from my routines.
No work
No computer
No emails
Sudah bisa ditebak, pempek asli
Mampir ke Mesjid Agung Palembang. Unik, karena ada unsur tionghoa di mesjidnya selain dominasi ukiran khas Palembang. Saya sempatkan sholat di sana dan tidak lupa foto-foto sesudahnya.
Kami makan malam di resto terapung di sungai Musi. Untuk mencapai restoran itu, kami harus naik perahu dulu. Seru, perahu kecilnya digoyang ombak sungai Musi. Kami pesan masakan khas Palembang berupa pindang ikan baung, kerang cabai, dan ikan kecil goreng yang mirip ikan wader di Jawa atau ikan bilih di SumBar. Saya suka pindang baungnya. Rasa asamnya pas, plus taburan daun kemangi jadilah pindang ikan yang segar.
Terus main ke Jembatan Ampera. ”Gak terasa yah..kalau kita sedang di atas jembatan!” hahahaha Kelihatannya, Palembang sedang bebenah diri menyambut program Visit Musi 2008.
Jam 4:30 pagi, check out from the hotel to catch up the plane to Pangkal Pinang Bangka. Sekali lagi, saya sempatkan berkeliling menikmati airport