Cuti pertama tahun ini, sejak awal direncanakan ke Hongkong. Persiapan dibuat sejak bulan February, belum ada issue Swine Flu waktu itu. Dari peserta awal 5 orang (saya, Amel, Hanna, Sarah, dan Vina) akhirnya tinggal 3 yang pertama yang confirmed ikut.
Perjalanan ini mengambil rute Jakarta-Macau-Hongkong-Macau-Jakarta. Kenapa begitu? Ada tawaran tiket murah dari Viva Macau, sayang untuk dilewatin gitu aja… Tapi resiko pergi naik budget air dengan tiket promo salah satunya adalah perubahan jadwal secara tiba-tiba. Arrrghhh, dan ini yang menimpa saya. Jadwal terbang saya dimajukan dua hari dari rencana sebelumnya. Alhamdulillah, pada akhirnya, ini gak jadi masalah… karena majunya ke hari jumat.
Tiba di Macao, Sabtu dinihari, langsung masuk hotel buat istirahat. Pagi setelah sarapan, kami check out dan nyebrang ke Hongkong naik TurboJet.
Hari Sabtu, acara pertama ke Sha Tin Disctrict, untuk lihat Ten Thousand Buddhas Monastery. Ini patung2 bhiksu Budha, kecil2, dicat emas. Tempatnya tinggi nun jauh di atas bukit. Belum ada setengah jalan, saya udah gempor. Amel dan Hanna nunggu di bawah, udah males ngebayangin mesti naik tangga sejauh itu.. J
Dari situ, kami ke daerah Kowloon. Di sana ada Star Avenue, Kowloon Waterfront, Clock Tower, HK Cultural Center, dan Space Museum. Foto di sebelah kiri ini, berdua sama Hanna, sebelum masuk ke Space Museum.
Star Avenue ini mirip dengan Hollywood Walk of Fame di California sana. Ada cap tangan artis2 jaman dulu dan sekarang. Kalau dulu di Hollywood saya sempat berfoto di cap-nya Anthony Hopkins, di Hongkong ini saya ingin berfoto dengan cap tangan Jet Lee. Huhuhuh tapi saya tidak berhasil menemukannya. Foto di kanan, berdua sama Amel, di Avenue of Stars.
Acara yang saya tunggu malam adalah Symphony of the Lights, yang mulai jam 8 PM. Sejak jam 6 sore, sudah banyak orang cari tempat yang paling strategis untuk ambil foto2. Dan gak salah, sejak sore kami nongkrong di sana, untuk dapat tempat yang bagus. Sempat ada orang yang mau nyerobot, tapi saya Cuma bilang gini, cari tempat lain…saya udah ada di sini sejak jam 5 sore *padahal boong*
Jam 8 teng, acara dimulai. Pertunjukan ‘cahaya’ + music ini spektakuler sekali. Lampu2 berkekuatan ratusan ribu watt dipancarkan dari gedung-gedung pencakar langit di daratan Hongkong, disertai dengan music + narasi. Ahh, saya gak pandai merangkai kata. Liat aja foto di kiri ini. Bagus kan?

Sebelum lanjut ke The Peak, kami makan malam dulu dan mampir ke Clock Tower. Sampe di sana, saya bilang... hihihi ini mirip Jam Gadang di Bukit Tinggi ya..
Dari Tsin Sha Tsui Waterfront, kami nyebrang ke Central dengan ferry, untuk naik bus yang akan membawa kami ke The Peak. Perjalanan ke sana, gak kalah seru dan mendebarkan. Jalanan yang curam dan sempit, plus bus nomer 15 yang ngebut. Serasa naik bus medan dengan rute ke Kelok 44 di Sumbar sana... Deg2an!!…
Begitu sampe atas... woooow! Kereeeen... Terletak di ketinggian lebih dari 300 m dpl, the Peak menyajikan pemandangan kota di waktu malam. Victoria Harbour, Kowloon dan gedung2 pencakar langit di sekitarnya. Tadinya saya mau turun naik tram.. tapi antrinya panjang betul.... Akhirnya, saya pulang naik bus no 15 lagi, sambil tetap deg-degan.. :D
(Bersambung)