Pages

Wednesday, January 13, 2010

Resolusi 2010 yang berubah tiba-tiba…

Resolusi 2010, sudah dibuat.  Tapiiiii seminggu setelahnya, saya harus melakukan perubahan yang signifikan.  Resolusi 2010 yang saya post kemarin terasa datar.  Kecuali untuk poin terakhir, saya tidak merasa perlu adanya usaha yang besar dalam mencapai targetnya.  Semua terasa sangat realistis, mengalir dan apa adanya buat saya…

Di tulisan itu, saya tidak mencantumkan target untuk beli tanah, rumah, atau bahkan renovasi rumah yang saya tempati sekarang.  Ingin beli tanah yang luas-bisa tanam kecapi mangga rambutan jambu, tapi belum dapat lokasi yang cocok.  Jadi saya cari sambil ‘jalan’ saja.  Rumah, hmm...sudah lebih dari tiga kali usaha saya beli rumah.  Ada saja halangannya sehingga saya berpikir mungkin Allah belum menghendaki saya memilikinya. 

Sampai  dua hari yang lalu… 

Setiap pulang kantor, saya dan Ibu ada kebiasaan duduk bersama depan tivi.  Macam-macam yang dibahas.  Masak apa hari ini, makan siang di mana, apa headline news dan berapa harga emas hari ini, siang tadi ngaji di mana ketemu siapa.  Sampai akhirnya ibu cerita beliau habis bebenah rumah, antisipasi banjir.  Yak, banjir memang masih jadi momok buat kami setelah banjir besar tahun 2007. 

Saya kasihan membayangkan ibu turun naik tangga ke gudang di lantai atas.  Saya juga terpikir untuk menyelamatkan ‘harta’ saya yang lain, buku-buku saya.  Buku-buku tersebut sekarang tersimpan di lemari gantung di dinding dan dalam beberapa buah container plastic besar.  Banjir  tahun 2007 membuat  5 lemari  buku dari serbuk kayu yang dipadatkan hancur lebur.  Untungnya buku-buku berhasil di selamatkan.

Rumah ini, telah 20 tahun kami tempati dengan perbaikan kecil di sana-sini.  Kami betah sehingga beraaat rasanya untuk pindah ke tempat lain.  Jarak rumah-kantor hanya 13 km, dekat mesjid (ibu aktivis di sana), dan yang paling penting dekat pasar + C4 + XXI

Saya rasa, sudah waktunya saya melakukan perubahan besar.  Lagipula, ini rumah milik saya mengingat saya adalah pewaris tunggal J  Jadi kalaupun nanti saya beli rumah berarti saya melakukan diversifikasi investasi ke property.  

Akhirnya saya memutuskan untuk merenovasi besar-besaran, menjadi 2 atau 2-1/2 lantai, tergantung saran arsiteknya nanti.  Kondisi sekarang adalah 1-1/2 lantai, yang mana lantai atas dipakai untuk kamar pembantu, gudang, dan jemuran.

Alhamdulillah, rencana ini bikin hidup saya lebih hidup, dan saya bersemangat sekali dalam perencanaannya.  Coba bayangkan, dua hari yang lalu niat ini tercetus, dan dalam dua hari ke depan saya akan bertemu dengan calon arsitek dan kontraktornya.  Kalau semua lancar, akhir Maret saya dan ibu akan pindah sementara.  Alhamdulillah lagi, kemarin dapat rumah penampungan sementara.  Rumah tersebut milik teman ibu, dan penghuni sekarang akan habis kontraknya akhir Maret. 

Doain ya teman.. semoga prosesnya lancar dan tidak ada halangan dalam pelaksanaannya.  Amin

 

gambar dari sini

Wednesday, January 6, 2010

Resolusi 2010

Belom telat dong, untuk nulis resolusi 2010.

Berikut ini daftarnya:

...lunasin ongkos umroh Maret/April 2010,

...beli hape baru *yang sekarang umurnya udah 5 tahun*,

...bekerja lebih baik lagi,

...mulai jogging lagi,

...mulai yoga lagi,

...sholat lebih khusyuk,

...lebih sering baca Qur'an,

...lebih sering jalan-jalan dan pelesiran,

...lebih rajin top up reksadana,

...lebih banyak beli emas daripada tahun 2009,

...lebih sering makan makanan sehat,

...menikah *dengan catatan dapat calon yang OK dunia akhirat* (tambahan -diingetin temen lewat YM)

Hmmm banyak juga yah... insya Allah, saya siap...

Sunday, December 20, 2009

Pengalaman Perpanjang STNK

Tanggal 20 Desember 2009, si mungil Honda Jazz Coklat Metalik M/T ulang tahun ke 5.  Waktunya perpanjang STNK.  Sejak masuk bulan Desember, saya sudah siapkan uang untuk bayar pajak dan berpikir, apakah akan mengurus sendiri atau minta tolong orang (calo maksudnya).

Lihat kalender, ternyata 20 Desember jatuh pada hari Minggu.  Dengan demikian, paling lambat Sabtu 19 Desember, saya sudah dapat STNK dan plat nomer baru.  Karena Sabtu di minggu-minggu sebelumnya saya ribet dengan orderan kue, walhasil baru tanggal 19 kemarin saya bisa urus STNKnya.  Itu pun setelah si ibu sms bilang klo kuenya buat Minggu tgl 20, bukan Sabtu...

Jam 07:30, saya keluar rumah dengan si mungil menuju Kantor SAMSAT Ciledug.  Sampai sana jam 07:40 , weleh weleh... kantor belum buka, tapi map merah berisi foto kopi KTP/STNK/BPKB sudah menumpuk di depan loket pendaftaran.  Langsung saya menuju tempat foto kopi untuk membeli map, fotokopi KTP, STNK, dan BPKB.  Biayanya Rp 4,000.-  Bapak petugas fotokopi bilang supaya saya langsung parkir mobil di tempat check fisik kendaraan.  Ya, karena sudah 5 tahun, akan dilakukan check fisik berupa penggesekan nomer rangka dan nomer mesin.  Alhamdulillah, si mungil adalah kendaraan roda empat pertama yang tiba di tempat check fisik dan dapat giliran nomer satu.

Jam 08:00, semua loket serentak dibuka.  Petugas check fisik yang sudah menyiapkan kertas + pensil, langsung menuju si mungil dan melakukan tugasnya.  Gak sampai 5 menit, selesai... dan kertas yang sudah digesek tadi dibawa ke kantor check fisik untuk divalidasi dengan nomer yang ada di STNK + BPKB.  Biaya Rp 25,000.-

Setelah itu saya menuju loket pendaftaran 1.  Di sini, ada petugas yang mengisi formulir berdasarkan masing-masing kebutuhan.  Untuk saya berarti: pembayaran pajak, perpanjang STNK, dan ganti TNKB.  Waktu tunggu +/- 10 menit.

Dari loket pendaftaran 1 di lt. 1 saya menuju lantai 2, untuk daftar ulang.  Di sini, saya menunggu kira-kira 10 menit sebelum nama saya dipanggil untuk menunjukkan BPKB asli. 

Dari sana, saya menuju Kasir.  Nah, di sini saya harus menunggu lebih lama, kurang lebih 30 menit.  Dugaan saya, karena formulir perpanjang STNK dipisahkan dari formulir yang hanya untuk bayar pajak.  Karena saya lihat, orang-orang yang namanya dipanggil belakangan di loket daftar ulang malahan dipanggil lebih dulu di kasir. 

Sambil menunggu, saya siapkan uang kira-kira Rp 1.6 juta...sejumlah pajak yang saya bayarkan tahun lalu.  Perkiraan saya tidak meleset jauh, total yang saya bayarkan Rp 1.623 juta, sudah termasuk biaya administrasi STNK + TNKB.

Dari Kasir saya menuju loket pengambilan STNK.  Lagi-lagi menunggu +/- 10 menit, sebelum nama saya kembali dipanggil.

Dari lantai 2, saya kembali ke lantai 1 untuk ambil plat nomer baru.  Tidak ada acara menunggu, karena plat saya sudah siap.  Saya diminta masuk ke dalam ruangan untuk serah terima plat.  Sewaktu saya tanya berapa biayanya, bapak petugas hanya mengatakan seikhlasnya saja bu... ;-)  Alhamdulillah, saya ikhlas mengeluarkan Rp 20,000 buat plat nomer baru + bonus plastik bungkus STNK.

Sebelum jam 10, urusan saya di SAMSAT Ciledug sudah selesai.  Beberapa hal yang saya amati di kantor SAMSAT ini adalah tertib dengan ruang tunggu yang luas, kursi tunggu yang banyak, dan tanda "DILARANG MEROKOK" di beberapa tempat.  Ada juga play ground untuk anak-anak, dengan area yang cukup luas dan alat permainan yang bagus... hmmm  kantor SAMSAT Ciledug

Note:

Si mungil sempat dipuji dan dibelai-belai oleh di petugas check fisik.  Menurut beliau, untuk mobil usia 5 tahun, kondisi si mungil sangat baik.  Mesin masih kinclong, body mulus, kilometer masih rendah.... Ya iyalah pak, lha wong cuma dipakai rumah kantor pp Senin-Jumat, dan buat keliling anter kue atau belanja kalau wiken.  Minumnya juga Shell Super atau yang setara... ganti oli (pakai Shell Helix) tiap 5000 km.  Si mungil ini sudah pernah ditawar dengan harga 80-110 juta lho....

Wednesday, December 16, 2009

My New Life without Braces.. :-))

Setelah tiga tahun dua bulan, akhirnya kemarin braces saya dilepas.  Agak aneh rasanya... plong dan tidak ada ganjalan lagi di gigi saya.  Hari ini, tiap sepuluh menit saya ngaca...dan mengagumi gigi saya.. huahahaha  Memang masih belum 100% bebas, malam hari saya masih harus pakai removable retainer (rahang atas) dan fix retainer di rahang bawah seumur hidup.  Walau demikian, pelepasan braces ini merupakan salah satu milestone saya di 2009

Saya kilas balik dulu....

Tiga tahun lalu mulut saya isinya berantakan karena gigi geligi yang gak cukup tempat (istilahnya crowding).  Sewaktu hal ini dirasa mulai mengganggu, saya datang ke dokter.  Terus foto panoramic, terlihat lah biang keladinya si gigi geraham bungsu yang impacted sehingga mendesak gigi-gigi di depannya.

Drg. Ria Budiati Sp.Ort bilang fix orthodonty appliance diperlukan pada kasus saya, untuk memperbaiki posisi gigi, dan memindahkan gigi2 ke posisi yang seharusnya.  Jadi tidak cukup dengan odontectomy (operasi pengambilan geraham bungsu).  Juga harus ada beberapa gigi yang harus dikorbankan, supaya ada ruang untuk gigi lain bergerak.

Hidup saya selama tiga tahun terakhir dengan braces, cukup menyenangkan.  Tidak pernah kurus karena gak doyan makan walaupun tetap harus menghindari beberapa jenis makanan seperti yang keras atau lengket.  Alhamdulillah juga tidak mengalami iritasi, karena Drg. Ria bekerja dengan haluuuus dan detail.  Hikmah yang saya dapat selama pakai braces adalah saya lebih rajin menggosok gigi :-)

Sebetulnya, braces saya bisa dicopot lebih cepat kalau saya lebih cepat odontectomy.  Karena selama masih ada gigi durjana tersebut, perawatan orthodonty saya akan sia-sia dan kemungkinan besar crowding lagi.  Baru setelah odontectomy bulan October 2009 yang lalu, Drg. Ria melakukan persiapan untuk lepas braces seperti cetak (untuk pembuatan retainer), koreksi akhir dengan pemakaian ligatur dibeberapa tempat (untuk mengikat dan memastikan tidak ada gigi yang bergerak).

Akhirnya, tadi malam perangkat ortho seperti rubber, wire, bracket dan kawan-kawannya serentak dilepas.  Kemudian dibersihkan, pasang fix retainer, dan coba removable retainer.  Oya, sempat dikasih obat apa gitu...ditempel di gigi sebulan sebelum dipoles kinclong bulan depan...

Hari ini, rasanya ingin senyum lebar teruuuus... hahaha  Karena the most obvious benefit of orthodontics is a beautiful smile *sambil senyum lebar dan indah pastinya*

Atas permintaan penggemar, berikut ini saya tampilkaaaan....

*maaf ya, belom kinclong soalnya belom dipoles dan masih pakai retainer*

Sunday, November 15, 2009

Sholat Khusyu itu Mudah

Kalimat di atas berulang kali diucapkan oleh. Ustad Ansufri Idrus Sambo.  Kemudian beliau meminta kami semua untuk mencatat dalam hati masing-masing… berapa lama waktu yang kami butuhkan tiapkali melakukan ibadah sholat?  5 menit? 10 menit?

Kata-kata berikutnya membuat saya berpikir… kenapa waktu saya untuk berdoa setelah sholat lebih panjang dibanding waktu sholat saya sendiri?  Padahal sholat itu hakikatnya adalah perjumpaan dan bentuk komunikasi kita kepadaNya.  Komunikasi sebagai ungkapan syukur ataupun berisi permintaan /permohonan.

Berapa banyak dari kita yang sholat di waktu jeda iklan di tivi?  Berapa banyak dari kita yang ingin cepat-cepat menyelesaikan sholat supaya tidak terjebak macet?  Berapa banyak dari kita yang sholat tapi pikiran malah sibuk menghitung berapa bonus yang didapat tahun ini…  Astaghfirullah!  Itu semua saya pernah lakukan dan saya malu… benar-benar malu kepada Allah yang senantiasa melimpahi saya dengan cintaNYA walaupun seringkali saya lalai…

Awalnya saya ragu untuk ikut pelatihan ‘Sholat Khusyu itu Mudah’.  Menurut saya, khusyu itu datangnya dari hati dan tidak perlu ikut pelatihan macam itu untuk bisa mendapatkan sholat yang khusyu.  Akan tetapi… sekarang saya bersyukur, saya memutuskan untuk datang ke acara itu.  Karena memang betul, sholat khusyu itu mudah.  Yang penting ada niat untuk mau sholat khusyu,yakinkan dalam hati bahwa sholat khusyu itu mudah dan terus berlatih untuk bisa khusyu.

Beberapa hal penting yang saya dapatkan dan ingat kembali dari pelatihan itu adalah:

·         Ucapkan bacaan sholat dengan jelas dan benar karena Allah dan para malaikatNYA mendengarkan dan memperhatikan bacaan sholat kita

·         Ucapkan bacaan sholat dengan lembut dan perlahan-lahan untuk bisa didengar oleh telinga kita sendiri

·         Latihan hati berbicara kepada Allah dengan cara menterjemahkan bacaan sholat dengan bahasa terjemahan komunikasi/dialog sehingga terasa Allah hadir (dekat) dengan hati kita

·         Mengulang-ulang bacaan beserta makna (contohnya, bacaan tasbih waktu ruku’ dan sujud lebih dari 3x)

·         Curhat (menjabarkan makna bacaan-bacaan sholat, khususnya pada bacaan duduk diantara 2 sujud & bacaan sujud) sesuai dengan masalah yang dihadapi atau harapan-harapan yang ingin dikabulkan

Sunday, November 8, 2009

Seminggu di Yogya

Hola!

Saya datang lagi.  Seminggu lalu saya ada di Yogya, untuk ikutan training yang awalnya saya daftar karena iseng belaka. Alhamdulillah, rejeki bagus… selesai operasi gigi, disuruh refreshing ke Yogya.  Saya gak pernah bosan ke Yogya.  Pernah saya tinggal selama dua minggu di sana, cuma untuk makan, tidur, jalan-jalan dan leyeh-leyeh

Kali ini, saya ajak Ibu dan Tante Hani.  Berangkat tgl 1 Nov, naik GA210, pulang tgl 7 Nov naik GA207.  Tante hani dengan noraknya bilang gini: “gila lu ye, ningnong….. gue sering banget ke yogya, tapi gak pernah naik GA.. mana nginep di Melia Purosani pula….emang service memuaskan banget deh ‘anak tiri’ gue yang satu ini” huahahaha

Thanks to C*****n, yang uda mau bayarin tiket pesawat dan hotel saya …  Emang servisnya memuaskan banget.  Kalo kata Ina, dipecatpun tak mau aku keluar dari C*****n 

Seminggu di Yogya, dikasih transport dan hotel enak, bikin saya kalap.  Kalap makan-makan, belanja-belanja, dan jalan-jalan.  Tak terkecuali, ibu + tante Hani…yang sehari bisa dua kali pelesir ke pasar Bringharjo  

Senin sampai kamis, saya ikut training.  Peserta training berasal dari berbagai latar belakang di industry migas.  Ada yang dari technical, planning, finance, dan operation.  Buat saya sendiri, materi training tidak benar-benar baru.  Keuntungan yang saya dapat adalah refreshed my brain and heart and my soul hahaha lebay…

Tiap sore selesai training, kami bertiga jalan ke malioboro.  Acaranya makan pempek Ny. Kamto.  Walaupun saya sudah pernah ke Palembang dan icipin pempek asli, lidah saya lebih cocok dengan pempek Ny. Kamto.  Lokasinya, terletak di belakang toserba RAMAI.  Selesai makan pempek, kami ke Mirota.  Cuci mata sambil pegang dompet kuat-kuat J J  Menjelang magrib, kami pulang jalan kaki ke hotel, buat mandi dan sholat.   

Malam hari, kami keluar lagi untuk makan malam.  Favorit kami adalah gudeg di depan pasar.  Penjualnya pakai gerobak, dan ada tempat untuk lesehan di sebelahnya.  Selain gudeg dan pelengkapnya (ayam suwir, telor, sambel goring krecek), di sini dijual juga sambel goreng jengkol (cihuiiiii), oseng-oseng mercon, dan oseng kikil.  Ketiganya secara bergantian jadi menu makan malam saya selama di Yogya.  Tentu saja saya tidak melupakan mie godog Yogya.  Kali ini saya pindah tempat di Bakmi Pele (dekat kraton) atau sekitaran malioboro.

Hari jumat, EO training mengadakan acara ke Candi Borobudur, Kali Urang, dan pusat oleh2 di Pathuk.  Gak ketinggalan dua orang emak-emak ikutan acara tour ini. 

Candi Borobudur sekarang terlihat lebih rapid an bersih sejak terakhir saya ke sana.  Penjual barang dan makanan hanya dibatasi sampai pagar sebelum pintu masuk.  Tidak terlihat lagi para penjual di pelataran bawah sekitar candi. 

Di bawah ini, foto sebagian peserta training + dua emak-emak bodyguard saya  

Di sebelah saya, foto stupa yang selamat dari terror bom beberapa tahun lalu. 

Arca di dalamnya bernama Kuntobimo.  Pssst, saya berhasil menyentuh arca itu lho…ada tekniknya sih…sudah didemokan oleh guidenya. 

 

 

Ini foto saya dengan emak.  Liat, emak gue awet muda kan? Hihihihi

Dari Borobudur kami meluncur ke Kali Urang.  Tidak lupa mampir makan siang mangut ikan nila dan belanja salak pondoh di kebunnya. 

Di Kali Urang, kami masuk ke museum Ullen Sentalu (Museum Budaya Yogya).  Museum ini diresmikan tahun 2002 (?), berisi sejarah dan asal muasal keraton kesultanan Yogya, sejak jaman Panembahan Senopati diikuti perjanjian Gianti yang memecah Kerajaan Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.  Museum ini juga menyimpan berbagai koleksi kain batik, baju-baju adat, foto-foto, dan surat-surat .  Kunjungan diakhiri dengan minum wedang hangat yang terbuat dari jahe, kencur, gula merah, daun jeruk, cengkeh dll.  Hmmm, nikmat….

Terakhir, belanja oleh-oleh di Pathuk.  Kami dibawa langsung ke pabrik Bapia Pathuk 25.  Huhuhu batere kamera saya habis, jadi saya tidak bisa mendokumentasikan para pekerja pabrik Bapia in action.

Yogya, memang berhati nyaman…  bikin hati tentram…  saya ingin liburan ke sana lagi… kotanya ngangeni…makanannya juga… Tapi tadi pagi, saya timbang badan… seminggu di yogya, berat badan naik 3kg!!  Waduuuh, payah!!

Friday, October 30, 2009

[Hajj] Berbagi pengalaman, buat yang ingin berhaji

Seminggu lalu, kloter pertama jamaah haji Indonesia berangkat menuju tanah suci.  Huhuhuhu rasanya, ingiiin sekali berangkat lagi.  Terharu sekali melihat wajah2 sumringah calon jamaah yang akan berangkat memenuhi panggilanNya.

Teringat pengalaman saya setahun yang lalu, ketika saya dan ibunda berangkat untuk menunaikan rukun islam yang ke lima.  Yang pertama untuk saya , dan yang kedua buat ibunda.  Kalo menurut ibu, insya Allah itu untuk menyempurnakan ibadah haji sebelumnya yang beliau jalani berdua Alm. Bapak tahun 2003.  Saya ingin berbagi pengalaman saya sedikit asal muasal saya berangkat haji.  Semoga tidak dianggap riya…dan semoga bisa bermanfaat buat yang membaca.  Amin.

Ya, siapa yang menyangka saya bisa berangkat tahun 2008 padahal saya baru mendaftar bulan July 2007.  Waktu itu, saya cuti dan menemani ibu ke pasar Ciledug.  Entah ada bisikan apa, selesai belanja, kaki ini melangkah ke ruko di dekat pasar Ciledug, saya menuju bank BNI.  Langsung saya menuju customer service dan mengatakan ingin membuka tabungan haji buat saya dan ibu.  Bismillah, saat itu juga saya debit tabungan sejumlah minimal untuk mendapatkan nomer porsi DepAg.  Saat itu saya betul-betul belum tahu, saya akan ikut KBIH apa dan berangkat tahun berapa.

Sampai rumah, ibu langsung nelpon salah satu teman baiknya.  Subhanallah, temen ibu ini ternyata berteman baik dengan seorang kyai, pemilik salah satu KBIH di Cipondoh Tangerang.  Langsung lah suami teman ibu itu nelpon pak Kyai, daftar nama kami berdua, dan bilang terserah mau berangkat kapan saja.  Dua hari kemudian, Alhamdulillah…. Kami ditelpon pak Kyai, yang membawa kabar baik bahwa kami bisa ikut gabung tahun 2008.. dan nomer porsinya akan segera diurus di DepAg.   Adalah tidak menyangka, ketika saya dapat konfirmasi saya itu.  Sujud syukur berulang kali saya sembahkan untuk Allah SWT… karena sekali lagi Dia menunjukkan bahwa ketika saya ikhlas maka hal terbaiklah yang bisa saya dapatkan.

Betul-betul tidak menyangka…  Saya daftar ONH regular, yang kabarnya bisa antri bertahun-tahun untuk berangkat… malahan tidak perlu antri sama sekali.  Banyak yang menyangka saya gabung dengan ONH plus… Sebelumnya saya pernah ngobrol sama ibu, waktu ngajak beliau naik haji lagi, dan saya tawarkan mau ONH biasa atau plus?  Dengan yakin, ibu menjawab: ONH biasa saja, nikmatnya luar biasa… bisa berada lama di tanah suci.  Ibu juga bilang, kita tidak memiliki keterbatasan waktu kenapa mesti cepat-cepat pulang ke Indonesia.  Yak, masalah waktu adalah salah satu alasan calon jamaah haji plus.  Ibu juga bilang, kelebihan uang (selisih biaya haji plus – ONH regular) bisa dipakai buat memberangkatkan orang lain berhaji.  Masya Allah, ibu…

Entahlah… yang saya rasakan adalah suka cita yang luar biasa…  Karena tanpa target apa-apa, saya malah mendapat hal yang luar biasa.  Betul saya merasakan, ketika Allah sudah mengundang hambaNya untuk datang, maka amatlah mudah jalan yang Dia berikan.  Buat kawan-kawan semua…ketika panggilan itu sudah dirasa, cepatlah setor duit J  berapapun yang dimiliki… Berbaik sangka sama Allah, bahwa Dia akan memberi kemudahan dan kelapangan rejeki … dan pasrah lah…akan waktu keberangkatan yang didapat Allah Maha Tahu yang terbaik buat hambaNya…