Pages

Thursday, August 26, 2010

Rumah Baru - Rejeki Ramadhan 2010

Awal tahun ini, bikin resolusi.  Tidak ada rencana bangun rumah, tapi renovasi habis-habisan rumah Emak.  Tidak ada rencana beli rumah, malah dapat rumah baru.  Alhamdulillah.  Dan ini dia, rumah saya... Akad jual beli sudah dilakukan tgl 24 Agustus 2010, dilanjut dengan serah terima rumah keesokan harinya.  Jadi tepat kalau dibilang, rumah ini rejeki Ramadhan tahun 2010 buat saya.

Tampak depan:

Garasi dan carport:

Dapur:

Ruang keluarga di lantai 2 dan mushala (yang lantainya terlihat lebih tinggi, di sebelah kiri):

Cerita seputar perburuan rumah idaman saya sebenarnya sudah dimulai dari tahun 2006.  Tapi ada saja kendalanya.  Harga dan lokasi cocok, surat bermasalah.  Surat OK, lokasi bagus, tapi kurang luas.  Atau, semua OK (surat, lokasi, ukuran) tapi gak punya saluran got sendiri.  Atau, semua bagus tapi terletak di depan kuburan. Hehehe nanti dulu lah kalau yang ini..

Rumah impian saya, mungkin sama seperti impian teman-teman lain. Luas cukup, mendapat sinar matahari cukup, lingkungan yang baik, dapur besar, ada mushala di dalam rumah, dan ada ruang yang bisa dijadikan perpustakaan.  Lokasi juga harus bagus tentunya.  Dekat dengan fasum seperti rumah sakit, sekolah, kantor polisi, pasar, pemadam kebakaran, dll

Saya mencoba mencari ke lokasi yang agak jauh dari tempat tinggal saya sekarang.  Saya ke Tebet (ilpil, jalannya sempit), Rawamangun-Kayu Putih-Pulo Mas (lumayan sebenernya tapi hati masih kurang sreg), Cilandak (gak jadi, salesnya songong), Cipete (rumahnya gak punya saluran got sendiri), Tanjung Barat (jalan masuknya jauuuh), Puri Mutiara (rumah dalam agunan), Maruya (pengen tapi masih teringat kasus Portanigra), cluster2 baru di Bintaro Jaya(indent lama, masih PPJB pula, trauma juga), Praja Kebayoran Lama (jatuh cinta sama lingkungan dan lokasi, tapi letaknya tusuk sate)

Setiap wiken saya beli koran Pos Kota untuk lihat iklan rumah dijual, lanjut janjian dengan agen, dan meninjau lokasi.  Capek? Pasti dong.. Tapi harus dilakoni demi mendapat rumah impian.

Sampai suatu hari, saya cuti dan jalan-jalan dengan Ibu, Tante Dwi, dan Nana (ponakan Tante Dwi).  Awalnya kami cuma ingin makan bakso Atom di Bintaro sektor 9, tapi berlanjut dengan lihat rumah-rumah contoh di Kebayoran clusters (View, Height, Residence) dan Emerald clusters (View, Residence, dll).  Nana lihat ada satu rumah di jual, di Kebayoran Residence.  Terus dia iseng telpon agennya, tanya harga.  Setelah dikasih tau harganya, si agen (mba Ana) juga menawarkan rumah lain yang ada dalam daftarnya, yang masuk budget saya.

Sabtu berikutnya, saya janjian untuk lihat rumah-rumah dalam daftar mbak Ana.  Daftar yang panjang itu saya sortir, sampai dapat 12 rumah.  Satu hari melihat 12 rumah, sangatlah melelahkan.  Tapi rumah yang bikin saya deg-degan adalah rumah pertama dan rumah terakhir, dan keduanya ada di dalam Puri Bintaro.  Nana bilang, kalau bingung mau pilih yang mana, pilih deh..rumah yang terbawa mimpi.. atau yang bikin gak bisa tidur.. hehehe *bingung*

Lanjut negosiasi untuk ke dua rumah tersebut.  Tapi, entah kenapa rumah yang kedua itu yang 'panggil-panggil' saya.  Padahal harga lebih mahal, dan proses negosiasi berlangsung cukup alot.  Saya naik 50 juta, eh penjual cuma turun 5 juta hehehe  Sedangkan rumah pertama, cuma sekali tawar, langsung dapat.  Gak seru ah!

Akhirnya, ibu bilang: sudahlah, fokus sama rumah kedua.  Lagipula, kamar pembantu di rumah pertama gak layak, perlu diperbaiki dan ditambah sekat.  Yo wisss, saya manut..

Rumah kedua ini, haduh...subhanallah, ada mushala dalam rumah!  My dream comes true... Mushala itu memang sejak awal direncanakan!  Ini saya ketahui kemudian, setelah saya menerima cetak biru dan IMB rumah tersebut.

Ketika pilihan saya diridho Allah, semua terasa lancar. Alhamdulillah, sekarang sudah jadi milik saya.  Semoga rumah ini menjadi 'surga' buat saya dan keluarga, dan barokah buat saya serta orang-orang di sekitar saya.  Amin...

Tuesday, August 3, 2010

Pengen....

  1. Tidur yang banyak
  2. Makan yang sehat
  3. Minum kupi satu cangkir saja
  4. Ke gym
  5. Ke spa buat pijet lulur meni pedi
  6. Telponin teman2 sebelum bulan Ramadhan

Aaaaah.... kenapa belakangan ini 24 jam sehari semalam terasa kurang....

Monday, July 19, 2010

[Update] Papan IMB di depan Rumah Emak

Uhuuuui.. papan IMB sudah terpasang di depan rumah emak yang sedang direnovasi. 

Sekarang, mandor dan tukang2 bisa lebih tenang dalam bekerja.  Sebelumnya, kami cuma berbekal surat ijin membangun, berupa selembar kertas putih dari kantor Pemda setempat.  Surat ini dikeluarkan selama menunggu proses pembuatan IMB, yang kurang lebih makan waktu dua bulan.

Mandor diproyek dibekali fotokopi surat ini, buat disodorin ke preman-preman kelurahan dan petugas Satpol PP yang bolak balik minta duit.  Mereka pikir, proyek kami tidak berijin. Maap yeee..., cari obyekan tempat lain aja ya Pak! 

Nah sekarang, dengan terpasangnya papan IMB ini, diharap bapak2 itu gak datang lagi ke proyek

Friday, July 9, 2010

[Update] Renov Rumah Emak bulan ke-2

Hai hai... sempatin nulis ah, biar sedikit asal produktif..   Pulang nguli tadi malam, saya disambut emak yang membawa papan IMB warna kuning.  Alhamdulillah, IMB resmi keluar juga.  Semua diurus sendiri sama emak, tidak pakai calo.  Menurut emak, prosesnya tidak ribet makanya beliau mau urus sendiri.  Cihui banget deh emak gue

Ada tiga kunjungan yang emak lakukan dalam proses pembuatan IMB ini. Yang pertama untuk menyerahkan berkas-berkas administrasi berupa: surat dari kecamatan, fotokopi IMB lama, fotokopi sertifikat rumah, fotokopi KK + KTP.  Karena gambar yang dibuat Bang Ade sudah memenuhi standar, hari itu juga gambar bangunan baru didaftarkan.  Di proses ini, emak mendapat tanda terima dan surat ijin melakukan proyek.  Kunjungan kedua, setelah dapat konfirmasi dan perincian biaya.  Emak melakukan pembayaran ke Bendahara/Kasir di kantor itu, dan mendapat tanda terima sementara.  Bendahara itulah yang akan menyetorkan duitnya ke bank.  Sewaktu melakukan pembayaran, emak melihat daftar IMB2 yang sedang diproses dan yang sudah selesai.  Alhamdulillah, IMB kami ada didaftar tersebut.  Kunjungan ketiga, untuk mengambil tanda terima pembayaran resmi dan mengambil papan IMB. 

Percaya atau tidak, biaya pembuatan IMB ini tidak sebesar perkiraan sebelumnya.  Pernah saya diskusi dengan mba Linda emak Farhan-Sarah-Saffa.  Waktu itu, saya baru dapat estimasi biaya, yaitu 3.5-4 juta untuk bangunan dengan luas total 160M2.  Ok, baiklah.. duit saya siapkan.  Jadi agak terkejut, sewaktu membaca rincian tanda terimanya.  Biaya yang dikeluarkan tidak lebih 1.6 juta rupiah saja. 

Hari ini, papan kuning sudah terpancang di depan proyek.  Sedangkan proyek sudah berjalan dua bulan lamanya.. hahaha

Update lain adalah saya sudah pilih-pilih genteng, railing tangga, dan model pagar untuk balkon + pagar depan.  Minggu depan, bongkar celengan lagi... belanja kita!! uhuuuiii...

O iyah, ini foto-foto dua minggu yang lalu yah... belum sempat foto2 lagi.

Secara umum, proyek ini lebih cepat dari jadwal.  Jadi saya agak ngos-ngosan juga ngeluarin duitnya.. hahaha  Duit yang udah keluar  project to date ~ banyak lah... hehehe

Monday, July 5, 2010

'Kecelakaan' Pagi ini...

Pagi ini, berangkat ke kantor dengan hati riang.  Baju warna merah maroon dan jilbab warna senada, plus celana + tas kerja warna hitam.  Alhamdulillah, langit cerah, jalan juga tidak macet. 

Sampai kantor, parkir di tempat favorit dan langsung menuju ruangan di lantai 18.  Haus dan kebelet pipis!  Sampai ruangan, keluarin hape dari tas, simpan tas ke lemari, dan ambil botol orange juice di meja sebelah kanan.

Saya buka botol jus sambil ngobrol dengan mba Vonny (sekertaris VP), yang kubikelnya terletak persis di depan ruangan saya.  Tiba-tiba,... ada suara seperti ban kempes, wooossshhh.... dan sepersekian detik berikutnya, ruangan saya dipenuhi noda warna kuning yang berasal dari jus jeruk!!  Huhuhu jus jeruk itu juga membasahi dan mengotori baju yang saya pakai.  Kebayang gak sih, baju warna merah maroon, kena noda pulp dari jus jeruk yang warnanya kuning ngejreng? huhuhuhu

Jadi, kemarin sore saya beli jus jeruk segar.  Saya lupa kalau botol jus jeruk itu harus masuk kulkas, gak boleh disimpan di dalam ruangan apalagi ruangan panas seperti kantor saya yang ACnya mati jam delapan malam.  Walhasil, botol itu pressurized... dan kalo botolnya dibuka, bleed off deh pressurenya.. hihihi

Pengalaman buat saya, saking saya buru-buru, saya gak sadar bahaya yang mengintai.  Akibatnya, pagi-pagi, saya dapat kerjaan bersih-bersih baju... Juga si OB, dapat kerjaan tambahan, membersihkan ruangan saya yang tadi malam sudah dibersihkan .. huihuhuhuhu

 

*agak menyesal, kenapa tadi lupa ambil foto baju dan ruangan yang dipenuhi noda jeruk..

Wednesday, June 23, 2010

Macem-macem deh, Orderan Kue, Renov Rumah, Berburu Rumah...

Halo semua.. Rindu sama sayah? whuahahaha njelehi tenan.  Lama saya tidak menulis, dan sekarang kebetulan ada waktu sedikit sebelum besok cuti sebentar dan minggu depan sibuk lagi di kantor.

Banyak yang terjadi dalam waktu dua puluh hari ini...  Berat badan saya naik 5 kg, dan akhirnya kemarin dua orang bilang: kok gendut lagi? huhuhu Sebel!!  Ayo ayo olah raga dan diet lagi.. semangat!!

Orderan kue, Alhamdulillah ada aja.  Belakangan ini sering bikin lapis surabaya dan carrot cake with cream cheese frosting.  Seneng dong, pastinya.. gak ribet sama dekornya.

Renov rumah Emak, Alhamdulillah lancar, dan lebih cepat dari jadwal.  Tim kerjanya toub abis.. Kemarin, Rabu 23 Juni 2010, dilakukan pekerjaan besar, ngecor dak beton buat lantai dua.  Karena pakai ready mix, pekerjaan ini hanya makan waktu dua jam.  Kemarin ada dua mobil tanki adukan beton masing2 berkapasitas 7m3 plus satu pompa entah berkekuatan berapa HP (saya gak tanya specnya secara detail)

Sayangnya, kemarin saya tidak menyaksikan pekerjaan besar itu.  Jadi, sore hari Ibu cerita.  Heboh deh...bagaimana dia mengkoordinasi satpam komplek supaya heavy equipment bisa masuk gerbang dan lewat jembatan.  Memang sih, sudah ada pihak Holcim yang sebelumnya survey lokasi untuk memastikan kekuatan jalan, jembatan, dan rumit atau tidaknya kabel-kabel di permukaan.

Hehehe saya ketawa-ketawa aja, senang mendengar ibu cerita dengan semangat.  Heavy equipment yang lebih berat dan pompa yang lebih besar, biasa saya lihat waktu saya masih kerja di lapangan sana.  Unit-unit besar berwarna biru atau merah, fract tank, water tank berkapasitas ribuan liter, pump truck, uhuuuiii... muantep!  Belum lagi semen ratusan karung (bisa bangun rumah), ataupun pasir ratusan ribu lbs... (hitung sendiri deh, jadi berapa truk)  *jadi kangen kerjaan di lapangan*

Sambil menunggu beton mengeras kurang lebih dua minggu-an, saya ada kerjaan lain... yaitu berburu rumah.  Alhamdulillah, ada rejeki mendadak...sejumlah duit yang harus dialokasikan untuk beli property.  Boleh rumah, ruko, atau apartemen, atau tanah untuk kemudian dibangun rumah di atasnya.

Urusan beli property ini, cukup bikin pusing kepala.  Begitu banyak pertimbangan, kandidat lokasi, tapi budget dan waktu terbatas...Walhasil, hampir tiap hari saya buka internet untuk liat listing rumah terbaru dan telponan dengan agen property, juga tiap wiken saya beli poskota (banyak iklan property) dan jalan-jalan keliling kota Jakarta untuk survey lokasi.  Saya sudah lihat daerah Tebet, Kebayoran lama, Cipete, Cilandak, Rawamangun, Kayuputih, Pulo Asem, dan Bintaro.  Lokasi-lokasi tersebut masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.  Jadi sekarang saya sedang timbang menimbang, lokasi dan rumah mana yang paling pas dengan kebutuhan-keinginan-budget saya.  Do'a kan saya, ya teman... semoga urusan ini lancar.  Amin...

Monday, May 31, 2010

[Update] Renov Rumah Emak Minggu ke-2

Renovasi rumah emak, dimulai pada tanggal 13 May.  Hmmm, sebenarnya tidak tepat dibilang renovasi.  Lebih tepat dibilang bangun baru.  Karena bangunan lama nyaris tidak bersisa.  Buat pondasi baru, ganti kusen-kusen lama, saniter, meninggikan level lantai, dll.

Renovasi rumah emak sudah memasuki minggu ke-dua.  Alhamdulillah, lebih cepat dari jadwal.  Mungkin hal ini karena saya pakai sistem borongan.  Oiya, saya borong tukang saja.  Jadi kalau pekerjaan selesai lebih cepat, tukang akan lebih untung.

Saya pakai jasa 'konsultan' proyek, dengan sistem cost & fee.  Konsultan ini, saya panggil Engkong, konsultan teknik, material, juga harga.  Setiap hari, mengawasi proyek rumah bersama mandor, juga melakukan pembukuan dan cost controller.

Engkong tidak mau memborong proyek ini secara penuh.  Kenapa?  Karena beliau ingin saya ikut terlibat dalam pemilihan material.  Dan memang, cara ini lebih memuaskan.  Saya bisa cari-cari barang yang saya suka dengan harga lebih ekonomis.  Kalau diborong penuh, selain berisiko tinggi karena harga material yang naiknya tidak masuk akal, saya juga harus mengikuti spek sesuai perjanjian awal.  Nah, harga yang ada dalam spek itu adalah harga di price list resmi.  Selisih harga, itulah keuntungan si kontraktor.  Begitu juga sebaliknya.. kalau ada kenaikan harga, kontraktor itulah yang menanggung resiko.  Niat Engkong di sini, adalah membantu saya.  Alhamdulillah... Juga supaya saya bisa belajar, mana tau saya ada rejeki lagi buat membangun rumah berikutnya. Amin

Karena Engkong, saya dapat barang-barang bagus dengan harga bagus.  Strategi yang Engkong pakai adalah mengikat harga di toko material.  Saya deposit sejumlah uang, kemudian pesan material seperti: pasir, semen, bata, kerikil, besi, kayu, baja ringan, dll  Dengan demikian, apabila ada kenaikan harga...saya selamat.  Enaknya lagi, material tersebut bisa titip simpan di toko sampai tiba waktu pemakaian.  Jadi kami tidak pusing memikirkan tempat penyimpanan.

Seminggu berjalan, saya sudah pesan kusen pintu dan jendela.  Macam-macam pilihan model dan bahannya.  Insya Allah, saya ketemu penjual yang jujur sehingga saya bisa dapat kusen kayu sesuai keinginan.

Minggu lalu, kami pergi beli keramik di daerah Pasar Minggu.  Toko ini, langganan Engkong sejak dulu.  Barang bagus, harga ekonomis....hahaha demen deh gue!  Bisa 20% off dari price list.  Di sini saya beli keramik untuk lantai (dalam rumah, kamar mandi, teras, carport, dan dapur), dinding (kamar mandi dan dapur), meja dapur, dan tangga.  Warna dan coraknya beda-beda tapi masih dalam satu tone. Kloset dan wastafel, saya beli di toko itu juga.  Best offer deh pokoknya...

Dari sana, saya meluncur ke Pasar Kenari buat beli handel pintu, engsel, hak angin, kran, kabel listrik, lampu.  Mata saya memang tau banget barang bagus.  Sampai di sebuah toko, belum tanya harga, belum duduk, saya sudah tau yang mana gagang pintu pilihan saya.  Begitu tanya harga, jantung ini rasanya mau copot.  Can you imagine, sebuah gagang pintu + kunci dari stainless steel dengan corak sederhana tapi tidak minimalis, harganya 400rb/buah.  Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya.  Dan di rumah saya nanti ada 5 pintu selain pintu utama (atas bawah, pintu ganda) dan pintu geser (sekat dapur dengan ruang tengah).  Pintu utama sendiri atas bawah saya buat berdaun ganda, jadi akan perlu 4 set gagang + 2 set kunci).  Nah, gagang pintu ganda ini harganya lebih ajaib lagi, 800rb/set... nah silakan kali 4 deh *tepok-tepok jidat sendiri*  Kuncinya, saya beli yang sistem komputer (kata yang jual) jadi anak kunci tidak bisa digandakan sendiri. 

Terus saya pilih-pilih kran untuk kamar mandi, wastafel, dapur, dan taman.  Masing-masing model disesuaikan fungsi.  Cakep deh...

Semua harga di atas belom ditawar ya... Jangan ragu-ragu untuk tawar menawar di Pasar Kenari.  Mulai dari 20% di bawah harga yang ditawarkan.  Lumayan lho, penghematan yang bisa dilakukan.

Oiya, saya belum sempat beli barang2 listrik karena waktunya tidak cukup.  Huhuhuhu saya kelamaan 'nongkrong' di toko pertama.

Kenapa saya udah belanja barang-barang itu padahal rumah masih tahap pembangunan struktur?  Karena saya mau antisipasi harga barang naik.  Kabarnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, segala material dan pernak-pernik rumah ikutan naik harga.

Yo wis gitu aja updatenya.  Di bawah ini ada foto rumah sebelum dibongkar dan 2 minggu sesudahnya.

Tampak muka, pintu pagar miring dan talang melendut:

Dapur yang belang belonteng:

Ruang tengah yang sudah terlihat kusam:

Berikut ini gambar tampak muka rumah yang sedang dirobohkan... hancur lebuuur

Kalau ada yang perlu alamat atau nomer telpon toko bahan bangunan, keramik, saniter, dll, hubungi saya... Biar kita dapat barang bagus dan harga murah sama-sama..