Pages

Wednesday, March 5, 2008

Memberi..menerima...dan ngoceh sendiri...

Saya termasuk orang yang jarang berpikir dua kali kalau berniat untuk memberi atau berbagi sesuatu.  Karena kalau dipikir ulang, bisa-bisa saya berubah pikiran, dan niat itu akhirnya batal. 

Tahun lalu, saya diberi hadiah ulang tahun oleh ibu saya.  A shoulder bag, broken white, dengan tali kulit.  Cantik, dan cewek banget deh!  Sepertinya, ibu saya ingin anaknya lebih feminine J

Kemudian, tas itu saya pakai sewaktu berkunjung ke rumah pacar (waktu itu, sekarang udah mantan).  Gak disangka, si mama camer (waktu itu, sekarang udah udah bukan camer) suka sekali sama tas itu.  Hmmm, ting ting ting… Saya langsung berniat untuk membelikan tas yang sama buat hadiah ulang tahun beliau.  Selang beberapa minggu, tas yang sama saya beli untuk beliau.

Sekali waktu, anaknya pernah menemani saya mencari jam tangan.  Saya pengen beli jam Swatch, mengingatkan saya pada masa lalu, pakai jam warna warni.  Anaknya ikutan melihat-lihat jam, tapi bukan Swatch melainkan jam lain yang..saya akui, bagus modelnya.  Waktu itu, dalam hati saya berniat, ingin membelikan jam itu untuknya sebagai hadiah ulang tahunnya bulan Maret nanti.  Akhirnya jam tersebut saya beli tanpa sepengetahuannya.

Siapa sangka, hubungan saya dan dia tidak berakhir baik.  Untuk beberapa alasan, kami harus berpisah.  Jam tangan dan tas itu sampai sekarang masih ‘teronggok’ rapi di salah satu sudut lemari di ruangan saya.  Haruskah barang-barang itu saya alihkan penerimanya?  Hmmm, buat saya, jawabannya adalah tidak.  Barang-barang itu akan saya paketkan minggu ini, atau paling lambat minggu depan.  Ya ya ya, ibu dan anak itu berulang tahun bulan Maret ini.

Kemarin sore, saya ‘mabok’ lagi.  Seperti bisul yang mau pecah, akhirnya saya gak tahan untuk mengatakan pada seorang kawan baik saya, bahwa saya ingin memberinya sesuatu yang diimpikan selama ini.  Sebenarnya, saya ingin tunggu hari ulang tahunnya… Tapi, mana saya tahan menunggu beberapa bulan lagi?  Efeknya luar biasa!  Dahsyat sekali.  Saya dan kawan saya itu sama-sama merinding, tapi merinding yang menyenangkan.  Senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan dengannya.

Ketika saya berniat untuk memberi sesuatu pada seseorang, maka niat itu harus sampai ke tujuan walaupun jalannya ‘berliku’.  Tidak ada niat apa-apa di balik itu, kecuali harapan semoga bisa memberi manfaat sebesar-besarnya.  Dan semoga saya bisa ikhlas, sabar, dan tenang jiwanya… (Meimei, yang tenaaaang jiwanya ya… disyukuri keadaannya….  Miss u much, girl!)

Adalah menyenangkan buat saya, ketika saya bisa berbagi dengan orang-orang di sekitar saya.  Itupun tidak selalu dalam bentuk barang.  Kadang, perhatian lebih diperlukan… Semua tergantung kepekaan saya dan orang-orang di sekitar saya melihat situasi.  Seperti sekarang ini...  Kepala saya pusiiiiiiing!  Banyak kerjaan yang belum selesai.  Jumat libur di Indonesia, sedangkan HQ San Ramon tetap buka.  Pengen deh ada yang kasih saya perhatian...  semangkok bubur ayam pagi-pagi… ataupun ajakan nonton untuk wiken ini, tidak akan saya tolak.. J J J  Maap, maap… saya lagi mabok dan pengen ngoceh sendiri…

Wednesday, February 20, 2008

Lagi Rabun...

Saya terlalu malas untuk melepas lensa kontak sebelum tidur.  Lensa kontak yang saya pakai sampai tadi pagi, sudah berumur 1 bulan.. hahaha dasar jorok & males!  Sampai akhirnya, tadi pagi saya kesulitan membuka mata karena lengket dan gatal... Begitu saya lari ke depan kaca, waaaaa... mata saya merah dan agak bengkak...  Buru-buru, lensa kontaknya dilepas.

Gebleknya lagi, saya lupa di mana terakhir saya simpan kaca mata saya.  Akhirnya, pagi ini saya ngantor tanpa lensa kontak (supaya mata bisa istirahat), tapi tidak juga memakai kaca mata..

Saya rabun jauh...minus 4.75.  Jadi, maafkan saya teman, kalau nanti siang kita berpapasan di PS dan saya tidak menegur ataupun kasih senyum... jarak pandang saya cuma 1 m

Tuesday, February 19, 2008

Sepatu-sepatu Cantik Yang Akhirnya Pensiun...

Sejak pindah ke Jakarta awal 2007 lalu, saya jadi cukup sering memakai sepatu/sandal yang modelnya cantik, feminin, dan hak paling rendah 3 cm ke kantor.  Maksudnya, ingin menyesuaikan dengan kondisi kantor di jakarta.  Favorit saya, Charles & Keith.  Harga reasonable, modelnya cantik.

Dulu sewaktu di Duri, saya gak bakal diprotes orang kalau ke kantor pakai safety shoes.  Kalau gak ada acara ke field, saya ke kantor pakai sepatu-sepatu datar tanpa hak yang enak dipakai.  Rockport atau Clarks (bukan promosi) adalah favorit saya.  Awet, dan nyaman dipakai!  Rekor saya 4 tahun untuk 1 pasang sepatu ini:

Tapi keliatannya, dengan sangat terpaksa sepatu-sepatu yang cantik dan feminin itu harus pensiun dini.  Karena dalam dua bulan ini, 2 pasang dari sepatu-sepatu cantik saya hak-nya patah!  Kesimpulan saya sementara ini, sepatu-sepatu cantik itu tidak kuat menopang bobot saya (yang sedang-sedang saja), tetapi dengan betis karunia Tuhan yang besar untuk ukuran tubuh saya.

Saya memang tidak ditakdirkan berjodoh dengan sepatu-sepatu cantik itu...  Cantik tapi tidak aman, dan kurang nyaman kalao boleh jujur.  Malam ini saya akan bongkar lagi kotak sepatu lama, cari sepatu datar yang masih layak pakai.

gambar dari sini

Wednesday, February 13, 2008

Ngomel…

Orang lain saling mengucapkan Happy Valentine hari ini.  Saya?  Lagi pengen ngomel.  Bukan…, bukan karena gak ada ucapan yang saya terima… Sms pertama malah datang dari dia yang tak boleh disebut namanya… Ada juga unexpected phone call which made my day even brighter… kukukukuku J J

Ngomel saya kali ini… Gak tau comel, rese, atau apa namanya… saya resah, dan saya juga gelisah.  Entah sedang PMS, atau kebetulan saja saya sedang ingin berpahit kata *pinjam istilahnya ya Madam* 

Saya cuma ngga rela kalau kueh-kueh klasik seperti Black Forest Cake, Sacher Torte, Gateau African, atau Dobos Torte dan lain-lain ‘diperkosa’…  Maksud saya ‘diperkosa’ di sini, dipermak habis-habisan dan melenceng jauh dari pakemnya.

Misalnya.. pakai strawberry atau buah-buah lain sebagai pengganti cherry merah sebagai topper ataupun selai blueberry sebagai pengganti black cherry pada Black Forest Cake.  Lebih parah lagi, pakai serutan coklat putih tapi masih tetap pakai nama Black Forest Cake…. Doooh, nama snow white cake kan lebih cocok.

Kemarin juga ada cerita soal Gateau African… hehehe maaf ya jeng!  Gateau African itu pakemnya ya pakai filling custard.  Kalau mau pakai coklat, namanya ganti dong jadi apa gitu, layered choco cake…?

Ada lagi yang katanya bikin Sacher Torte, tanpa selai apricot dan dark chocolate icing.  Lha itu kan jadinya cake coklat biasa?  Gak layak deh nama Sacher Torte itu tersandang di sana  Franz Sacher bisa gak tenang dikuburnya sana J

Bukannya saya menghalangi kreativitas… menurut saya, lebih bijak kalau disertakan penjelasan seperti ini terinspirasi dari penampilan blab la bla (sebut nama asli), tapi karena keterbatasan maka jadinya seperti ini…

Bilang saya kaku, bilang saya tidak kreatif.  Saya cuma ingin menghargai hasil karya dan penamaan yang diberikan oleh para pendahulu saya…

 

***istilah ‘perkosaan’ yang tidak pada tempatnya ini saya dapat dari mentor saya untuk reservoir simulation.  Waktu itu saya ingin melakukan history matching & prediction untuk simulasi reservoir di salah satu lapangan saya.  Karena sudah dekat akhir tahun dan pekerjaan itu belum juga selesai, saya memutuskan untuk memakai cara cepat.  Saya mengganti angka permeability dan water saturation seenak jidat saya untuk mendapatkan PI multiplier yang kira-kira cocok, dan kurva history matching yang bagus.  Sewaktu direview, sang mentor cuma bisa geleng-geleng kepala sambil mengatakan,”niing, kasian sekali reservoir itu diperkosa habis-habisan”

Dari dia, saya belajar banyak tentang simulasi reservoir.  Duuuh Mas!  Nyembah deh saya…!!

gambar dari sini

Wednesday, January 30, 2008

Cuik, ikon kota Rumbai

Tugas kantor memanggil saya untuk datang ke Rumbai.  Tiket dan akomodasi sudah diurus oleh mbak Vonny sang sekertaris.  Jadwal meeting sudah di atur.  Materi meeting? “hmmm itu semua sudah ada di sini” kata saya sambil menunjuk kepala saya sendiri hahahaha

Buat saya dan mbak Fifi, yang lebih penting untuk diatur sekarang adalah rencana makan-makan.  Jangan sampai acara kerja mengganggu jadwal makan-makan.  Setuju?

Yang terlintas pertama kali sewaktu saya diminta ke Rumbai adalah makan siang di warung Cuik.  Warung ini terletak di Bom Lama, Rumbai, dekat kantor Traffic Caltex lama.  Dulu, saya bingung… apa yang orang cari dari warung ini?  Warung yang mmm not so hygienic, ramai dan selalu penuh dengan pengunjung yang menunggu tempat kosong, serta pemilik warung yang bernama Cuik yang seingat saya tidak pernah pakai alas kaki.

Warung ini ngangeni… jalan menuju warung yang becek dan kadang bikin slip roda mobil.. itik-itik berkeliaran, jembatan kecil yang harus dititi untuk sampai ke warung, kolam ikan patin di depan warung, dan bangku serta meja kayu sederhana di dalam warung.

Aroma asap menyambut kedatangan saya, membuat saya jadi penasaran ingin melongok lagi dapur Cuik.  Apakah sudah berubah atau masih seperti kunjungan terakhir saya ke sana?

Dapurnya masih tetap tradisional, dengan dua tungku api, dan 2 wajan besar di atasnya.  Kalau beruntung, kita bisa lihat gulai ikan baung menggelegak dalam wajan dan ayam goreng di wajan satunya.  Ada meja panjang dengan piring-piring lebar yang berisi aneka masakan yang siap hidang.  Biasanya, piring-piring berisi lauk itu sudah ada pemiliknya.

Masakan khas dari warung ini berupa gulai baung, baung salai balado, udang goreng, ikan pantau goreng, dan ayam kampung goreng.  Tidak lupa rebusan daun singkong, sambal lado mudo, dan emping goreng disiram kuah gulai sebagai pelengkap.

Ikan baung merupakan ikan air tawar, menyerupai lele tapi beda dari ikan patin.  Nah lho? Bingung kan? Enak tentu.. tapi saya lebih suka ikan baung daripada patin, karena ikan baung lebih sedikit lemaknya dibanding ikan patin.

Menurut beberapa kawan, gulai baung adalah juara di warung ini.  Kuah gulai yang kental, asam kandis dan tomat hijau yang banyak untuk membantu menetralisir bau anyir ikan, kembang bawang yang manis, dan ikan baung yang gemuk padat dagingnya tapi tipis lemaknya.  Lidah saya sendiri lebih cocok dengan gulai baung di kampung Sidingingan, yang baungnya asli tangkapan sungai Rokan.  Daging ikannya lebih ‘manis’ dengan bumbu yang meresap sampai daging bagian dalam.

Baung salainya? Mmmm… enak! Ikan baung yang diasap, bagian luar yang kering kehitaman dan aroma asapnya masuk sampai ke dagingnya.  Bikin seorang kawan di Winnipeg merem melek membayangkan, sewaktu saya ceritakan tentang ikan baung salai ini padanya.  J 

Ikan pantau goreng selalu jadi rebutan.  Tidak hanya enak untuk lauk teman makan nasi, tapi juga enak untuk dicemil sambil menunggu hidangan berikutnya.  Rasanya gurih, renyah dan awet kering.  Bentuknya seperti wader atau ikan bilih, dengan ukuran yang lebih kecil.

Cuik tak segan menolak permintaan tambah lauk dari pengunjung.  Jadi, supaya bisa makan dengan nikmat di warung ini, perlu pesan sebelumnya.  Ini serius!  Karena kalau tidak, besar kemungkinan kita akan kecewa kalau datang setelah jam 11:30 siang.  Selamat makan, semuanya!

Foto si Cuik ini saya ambil dari sini

Wednesday, January 23, 2008

Pindah Ruangan...

Pagi ini boss saya yang terhormat mr. JBRO kelihatan cerah ceria, pakai kemeja warna pink dan tebar senyum sana sini.. semua orang ditanya kabarnya!

 

”Hello nining, how r u?”

”Lucy, r u OK?"  *gubrak… makanyaaa, melek dong neng! Udah siang nih…*

 

Gak lama sesudahnya, mr. JBRO menelpun dan meminta saya datang ke ruangannya.  Katanya, saya harus belajar template BPlan yang naudzubillah banyaknya itu.  Please deh pak! saya kan sudah pakai template itu tahun lalu... lancar aja kan?”  *yang ini ngomongnya dalam hati*

 

Katanya lagi, saya bakal ngurusin operating group yang beda tahun ini.  Ooooh, itu maksudnya... Operating group yang ini emang bikin mumet… Unik, produknya banyak, bloknya banyak, pemiliknya beda-beda pula!  Yah, kamu benar boss!!  *aturan no #1: boss tidak pernah salah, kalo boss salah kembali ke aturan no#1* 

 

Sehubungan dengan tugas baru itu, dia minta saya pindah ruangan, tukar dengan pak DI, yang artinya ruangan saya bakal bersebelahan dengan boss saya. Whuaaaaaa….. *nangis bercucuran darah* 

 

Masa-masa indah saya bekerja sambil mendengarkan musik keras-keras akan segera berakhir…  Aaaah, saya kangen LWN! Boss saya di Duri, teman berbagi koleksi mp3 dan tukar pinjam dvd bajakan!

 

Mungkin juga ini satu cara boss saya untuk memisahkan saya dari Lucy, belahan jiwa yang duduk di cubicle depan ruangan saya…  Maklum, saya sering cekikikan di tempat Lucy dan itu terlihat jelas dari ruangan boss saya!

 

Inaaaa, seandainya tadi kamu gak buru2 pulang!  Bisa dipastikan, kita masih ceting via communicator... dan bisa dipastikan pak boss menyangka saya sudah mulai kerja! Boss saya rada sungkan kalau dia lihat saya sedang agak 'sibuk'... hahahaha

 

Pindahan lagi... packing lagi...ngurus no telpon lagi...

Jauh dekat, capeknya sama saja!

 

gambar dari sini

Monday, January 7, 2008

Pulau Bangka, banyak pantai dalam satu hari

Daerah tujuan wisata utama di Pulau Bangka adalah pantai.  Dalam 1 hari, bisa 5 pantai yang dikunjungi.  Pantai pertama adalah Pantai Pasir Padi.  Pantai ini mirip Kuta Bali, dengan pantai pasir yang landai dan panjang.  Sayang, agak mendung hari itu

Kami makan siang di restoran tepi laut, namanya Biru Laut.  Makanannya: Udang goreng, ikan jebung bakar, dan ikan pari kuah kuning :)  Yang istimewa di sini adalah sambelnya.  Sambal, dengan rasa terasi yang dominan.  Kalau kurang pedas, bisa ditambah cabe rawit merah.  Jangan lupa perasan jeruk kuncinya.  Oh iya, jeruk kunci ini mirip sekali dengan lemon cui khas menado.  Sebelumnya saya kira itu jenis jeruk yang sama, hanya beda nama karena beda daerah.  Tapi menurut seorang kawan pakar kuliner Menado, jeruk kunci beda dengan lemon cui.  Jeruk kunci lebih tebal kulitnya.  Thanks, mbak Ema buat infonya!

Selanjutnya kami ke arah Sungai Liat.  Kota Sungai Liat lebih besar dan lebih ramai dari ibukota Pangkal Pinang.  Kami mampir sejenak di Pantai Anyar.  Mmmm, pantai ini keliatan seperti wajah saya yang bopengan dan jerawatan akibat penambangan timah liar.  Bukit-bukit pasir bekas galian yang dibiarkan begitu saja, juga lubang-lubang yang tidak direklamasi.  Sayang deh

Dari sana, kami meluncur ke Pantai Tanjung Pesona.  Menjelang senja, ada ajakan untuk menunggu matahari terbenam.  Wakakaka kita ada di sisi timur kali… jadi gak bakal dapat pemandangan matahari terbenam.  Pantai ini lebih berbatu dan berombak besar jika dibanding Pantai Pasir Padi yang berpasir dan tenang.

Pagi hari berikutnya, pindahan hotel ke Parai Resort di kabupaten Pangkal Pinang.  Di jalan, sempat mampir ke Pantai Matras.  Mirip-mirip Pantai Pasir Padi deh. 

 

Begitu masuk kawasan resort, mata saya langsung menangkap tulisan Puri Ayu Martha Tilaar.  Waaaaa, saya bisa spa di sini J Sebuah ide jenius langsung keluar dari kepala Amel.  Gimana gak jenius, klo jauh-jauh dari Jakarta kami berdua malah mau spa di suatu tempat yang tenang dan jauh dari keramaian di satu sudut pulau Bangka.  Kami berdua langsung pesan tempat untuk sorenya.

Selanjutnya, kami mengeksplorasi Pantai Parai Tengiri.  Konon kabarnya, mantan presiden pertama RI pernah tetirah di daerah ini.  Beliau menamakan pantai itu pantai Parai Tengiri, karena berada di daerah Parai.  Pantai ini merupakan private beach, yang pengunjungnya hanya tamu hotel atau siapa saja yang mau membayar sejumlah uang yang cukup besar nilainya untuk selembar tiket masuk.

Bangunan hotel terletak di atas bukit, dan di bawahnya membentang pantai yang berbatu, berpasir, dan bonus daratan kecil yang menjorok ke laut.  Awalnya kami ingin main banana boat atau jetski di pantai itu.  Tapi kesibukan pihak hotel mempersiapkan acara tahun baru, membuat segala bentuk layanan hiburan di air itu menghilang.... wuuuuh, turun deh nilainya!  Akhirnya kami hanya menceburkan diri ke pantai, main air dan foto-foto sepuasnya.

Tibalah waktu yang ditunggu.  Going to the spa!  Kami berdua sama-sama pilih Dewi Sri Spa – Sensual.  ”Biar badan loe jadi sensual!” hahahaha  Karena masing-masing dapat private room, gak jadi deh rencana dipijet dan dilulur sambil ngobrol seru seputar hidup dan cinta J

Hmmmm merem melek keenakan saya menikmati pijatan dan mendengar alunan musik yang menenangkan.  Tidak terasa, 3 jam saya cuci otak dan cuci badan.  Acara itu ditutup dengan segelas wedang jahe hangat.  I feel good and sensual! Hahahaha

Malamnya, acara pergantian tahun dilewatkan di dalam kamar.  Kenapa?  Saya ngantuk, dan kekenyangan!  Oh iya, makan malam saya di sana berupa Juju Steak.  Daging sapi yang diiris tipis, dimasak di atas batu koral kecil panas.  Sambil makan, mulut kami berdua tetap gak berhenti ngoceh.  Gila, ngomongin apa aja sih kita?

Tau gak? Airport tax di Bangka cukup Rp 8,000 saja.  Pantas, airportnya begitu sederhana hahahaha

Ayo ngomongin rencana liburan berikutnya!  Dan yuukkk, mari menabung J