Pages

Sunday, February 26, 2006

OBITUARY

Inna lillahi wa'inna illaihi rojiun.  Kullu nafsin dzaa ikotil maut.


Telah berpulang ke Rahmatullah, ayahanda tercinta H. R. Soeryono, Rabu - 22 Februari 2006, jam 04:45 pagi, dalam usia 67 tahun.


Minta doanya ya, semoga Bapak mendapat khusnul khotimah, dan mendapat tempat sebaik2nya di sisi Allah SWT, sesuai dengan amal & ibadahnya selama beliau hidup.  Amin.


Bapak pergi dengan tenang, ngga ada sakit atau pertanda apa2 sebelumnya.  Memang kalau sudah waktunya, maut bisa datang kapan saja tanpa kita duga.  Selasa siang, Bapak masih sibuk ngebenahin keran kamar mandi yang bocor.  Selasa sore, Bapak masih jalan kaki ke mesjid buat sholat Maghrib & Isya berjamaah.  Masjid At Taqwa kehilangan satu orang jemaahnya yang setia.  Malamnya, Bapak-Ibu-Oom Wito masih ngobrol2 di teras depan rumah.  Bapak minta tolong Ibu untuk beresin perkakas yang dipakai untuk ngebenahin keran siangnya.  Terus, Bapak juga minta tolong Oom Wito untuk ikut jagain aku dari someone you guys know who... Jam 10 malam, Oom Wito pergi tidur.. Bapak masih ingetin supaya alarm-nya diaktifkan, karena Oom Wito harus berangkat kerja pagi2 sekali.  Hari Rabu jam 04 pagi, Bapak bangunin Ibu, waktu sholat subuh sudah dekat.  Jam 04:35, gantian Ibu yang bangunin Bapak.  Bapak bangun...memandang Ibu untuk terakhir kalinya, dan dalam satu tarikan nafas panjang, Bapak menghembuskan nafas terakhirnya, bertepatan dengan suara Iqamat yang terdengar dari mesjid At-Taqwa.  Ibu bimbing Bapak melewati sakaratul maut-nya...


Alhamdulillah... Begitu banyak kemudahan yang aku terima, sehingga aku bisa sampai jakarta jam 1 siang, dan bisa ikut mengantar kepergian Bapak.  Alhamdulillah... Begitu banyak kawan dan saudara yang membantu, sehingga proses pemakaman dll berjalan dengan lancar...  Bapak dimakamkan di pemakaman umum Pedurenan - Ciledug, persis di sebelah makam adikku yang udah lebih dulu pergi.


Ya Allah.. terima kasih sudah kasih aku kesempatan untuk merasakan limpahan kasih sayang Bapak kepadaku...  Insya Allah, aku udah kasih yang terbaik, yang bisa aku lakukan sebagai balas budi atas kasih sayang Bapak selama ini...


Ampuni dosa2 Bapak semasa hidup, ya Allah..  Terimalah semua amal perbuatannya, lapangkan kuburnya ya Allah... Amin     

Thursday, December 22, 2005

Ketika Aku Sudah Tua...


Kemarin pagi aku terlambat datang ke kantor.  Not just because i woke up late... tapi emang lagi rada santai aja.  Lawrence is on vacation, Mas Muhlis is acting as Manager now, and I've closed my 2005 performance agreement.


Sampai di kantor, buka pintu, turn on the lights, and check my emails.  Email paling atas yang masuk ke mailbox-ku adalah email dari Basuki, my team mates. He got to leave soon coz his father passed away early in the morning.   Inna lillahi wa'inna ilaihi rodjiun...  Semoga arwah almarhum mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT.  Amin.


Basuki kelihatan tegar, karena dia masih bisa kirim to do list while he is away.  Aku tau, walaupun nggak bisa mendampingi ayahandanya di saat2 terakhir, dia tidak menyesal minggu lalu meninggalkan initial testing sumur eksplorasi di area kita, untuk menjenguk ayahnya yang saat itu sudah terbaring sakit.  Basuki menyempatkan diri menemani sang ayah di kala sakit walaupun harus mengorbankan pekerjaannya. 


Tulisan ini dikirim mas Hendro ke milis anak2 S2 PAM ITB, setelah aku kirim kabar duka cita di atas.  So touched!


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


KETIKA AKU SUDAH TUA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.

Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.  Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.  Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.  Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.  Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini.


Sekarang, temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Sunday, December 11, 2005

Pematang Siantar (December 9, 2005)


When I was in Claremore, i got info that Andy's back to Duri.  He postponed his study until 2007.  I dont know for what reason at that time ;p.  But i dont need to wait for a very long time, coz he sent his wedding invitation, finally :). 


The wedding ceremony was held in Pematang Siantar, on Friday (Dec 9, '05).  Come on, man!  I should take one day off, then!  Heheheh no worries! I still have 14 days vacation left, which i have to spend before end of this year.  No vacation carry over will be allowed.


Then we (Petani'ers + Grace + Fajar) made a plan and arrange our trip to Siantar.  Some assesment have been made to make this plan came true.  For transportation, we had 3 options: bus, rent a car, and rent a car + driver,  which one is the most economic for all of us.  It depends on number of participants.  Finally, we end up with only 3 participants.  Me, Penyox, and Irawan... Alrite, dude!  Option 3 is the best then.


Depart from Duri @ 8 PM, with only 2 stops in Kota Pinang and Air Batu, we reached Siantar @ 7:30 AM.  We went directly to Wisma 99 (Jln Merdeka 284, 0622-25398 ) which reserved for us by Andy.  It's kinda a neat motel for a short visit, for shower and nap only.


Shower, breakfast, and got familiar with town, we drove Irawan to church for matrimony.. Indra (Andy's brother) thought Irawan was hired as photographer hehehe.  At 1:30 PM, we went to wedding reception.  It's all set up with traditional Batak wedding ceremony.  Saksang ~ babi masak darah, ulos, tor tor, and songs.  Penyok & I went to halal muster area for sure.  Lae Edwin said, it's called pasuban.  Click here for more pictures.


We left at 3 pm to A1 for souvenir & oleh2, and to hotel for get our stuff packed.  Then we checked out at 4 pm, so we can depart to duri earlier.  Irawan got to be there on Saturday 8 am.  Kruuukkk krruuukkk krrukkk, signed for early dinner! Pujasera? not yet opened!  Resto SEHAT (jl Imam Bonjol), uuppss...non halal, dudee!! Irawan warned us, his stomach alarm was ringing   Then, Penyok offered to have sea food.  He called Oom Harly, who recommend Kedai Bawah @ Jl. Sabang Merauke. It's difficult to find Kedai Bawah!  We can only find Kedai Tulek.  Lumayan lah... Halal guaranteed!  Ssslllrrruuuppp... kepiting asam manis, udang goreng, gurami bakar, and kangkung belacan... Total damage for 4 persons only Rp 175,000!!  See pictures here.


Left Siantar @ 7:30 pm, one stop at Lima Puluh, reached Gate 3 Duri Camp at 4:15 am on Saturday, just when i said:  nanti klo ada pombensin berenti sebentar ya.. aku kebelet pipis!  Ternyata pak supirnya jossss setelah minum extra joss!  ;p


Expense report:  rent car+driver (2 days): Rp 950000, fuel: Rp 325000, breakfast + dinner: Rp 196000, oleh2: Rp 235000.  Total expense: Rp 1,706,000.


 

Wednesday, August 17, 2005

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain


Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya.  Dan orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya.  Mereka ini, akan merasakan "buah" nya seketika itu juga dalah jiwa, akhlak dan nurani mereka.  Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang, tentram dan damai.


Ketika diri anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya kamu akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati!  Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terdhalimi, ringankan beban yang terdhalimi, berikanlah makan kepada orang-orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan anda!


Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada disekitarnya.  Dan manfaat psikologi dari kebijakan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotek orang-orang yang berhati baik dan bersih.


Mendengar senyum manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak" merupakan sedekah jariah.  Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi "…meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri." (Al-Hadits)


Sedang kemurahan wajah merupakan tanda permusuhan sangit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadi oleh sang maha ghaib.


Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luas seluas langit dan bumi.  Ini merupakan bahwa sang pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta maha kaya lagi Maha Terpuji.


Wahai orang-orang yang terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah teman-teman kebajikan; sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama!  Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisa; rasa, warna, dan juga hakekatnya.


{Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepada yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabbnya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat keputusan.}


(QS. Al-Lail : 21)


Dikutip dari La Tahzan

Friday, August 5, 2005

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri


Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datangnya).        (QS. An-Nahl: 1) 


 


Janganlah pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi!  Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak?  Hari esok adalah suatu yang belum nyata dan dapat diraba; belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.  Lalu mengapa kita harus menyibukkan diri dari hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, meramalkan bencana-bencana yang bakal ada didalamnya?  Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah  hari esok kita itu akan terwujud kesenangan atau kesedihan?


Yang jelas, hari esok masih ada dalam ghaib dan belum turun ke bumi.  Maka tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya. Sebab siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu?  Bisa jadi kita akan berhenti jalan sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya.  Dan dia bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.


Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam ghaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru diduga dirinya, adalah suatu yang tidak dibenarkan, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh).  Secara nalar, tindakan itu pun tidak termasuk akal, karena sama halnya dengan berusaha melawan bayang-bayang.  Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia justru banyak yang termasuk oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka.  Padahal, semua itu adalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah syetan".


 


 Syetan menjanjikan (menakuti-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.          (QS. Al-Baqarah: 268)


 


Mereka yang menangis sedih menatap masa depan, adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama satu tahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.  Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidup nya yang berada di genggaman yang lain tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.  Dan orang yang tidak tahu akan mati, tentu salah benar bila justru menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang belum ada dan tidak terwujud.


 


Biarkan hari esok ini datang sendirinya; jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya!  Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.


Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan bersedih padahari ini.   Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

dari La Tahzan


Tuesday, August 2, 2005

Everlasting Love



Tiba2 aja pengen dengerin lagu ini.  Apa karena lagi inget ama orang yang pasang lagu ini buat nada sambung pribadi HP-ku? God bless you wherever you are now...    

 Everlasting Love by Jamie Cullum


Hearts gone astray, deep in hurt when they go.
I went away just when you needed me so.
You won't regret, I'll come back begging you.
Won't you forget, welcome love we once knew.

Open up your eyes, then you realise.
Here I stand with my everlasting love.
Need you by my side.
Girl to be my pride.
Never be denied everlasting love....

oh...

From the very start open up your heart, feel that you've fall in,
Everlasting love......

need a love to last forever
need a love to last forever
need a love to last forever
need a love to last forever
I need a love to last forever


Here for the song

Monday, August 1, 2005

Berpakaian Melayu


Dalam rangka Hari Ulang Tahun Propinsi Riau, minggu lalu keluar memo yang isinya menghimbau para pegawai untuk berpakaian Melayu.  Boleh juga.... 


Tapi, setelah diingat2, aku kan tak punya baju Melayu...  


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


M E M O R A N D U M


Rumbai, 28 Juli 2005


KEPADA : SELURUH PEGAWAI NASIONAL CPI DI SUMATRA


DARI : MANAJER PUBLIC & GOVERNMENT AFFARIS - SUMATRA


 


HUT KE-48 PROPINSI RIAU


Pemakaian Baju Melayu


Tanggal 9 Agustus 2005 merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-48 Propinsi Riau. Sejalan dengan Surat Edaran Pemerintah Propinsi Riau No. 003.1/UM/44.14 tanggal 8 Juli 2005, dalam rangka memperingati dan memeriahkan HUT Ke-48 Propinsi Riau tersebut, seluruh karyawan nasional PT CPI di Sumatra dihimbau untuk mengenakan pakaian Melayu selama jam kerja terhitung sejak tanggal 1 Agustus s.d 13 Agustus 2005.


Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.


 


 


/s/ DJATI SUSSETYA


Source : Hanafi Kadir


Phone : 44769