Production vs Reserves Plot
ARO
Production Variance Analysis
Harus selesai hari ini yaaaa?
Pantes aja kepala gue dari tadi pusing… cekot cekot….
Sebentar yaaaa…turun dulu ke Sogo
Beli obat pusing….
Apalagi kalau bukan coklat…coklat… dan coklat…
Production vs Reserves Plot
ARO
Production Variance Analysis
Harus selesai hari ini yaaaa?
Pantes aja kepala gue dari tadi pusing… cekot cekot….
Sebentar yaaaa…turun dulu ke Sogo
Beli obat pusing….
Apalagi kalau bukan coklat…coklat… dan coklat…
Jam 07:23
Telpon kantor berbunyi.
N (nining): Halo, selamat pagi!
A: Pagi, Ning! Apa kabar?
N: Baik! Alhamdulillah
A: Ini Angky, Ning!
N:
Tau nomer telpon kantor gue dari mana?
Tumben, nelpon ke sini…bla bla bla * saya nyerocos sendiri*
“Surprise mode ON” selama ini kami kontak lewat HP
A: Ning? ini Anci, Ning! “C”, ya! Pakai “C”
N: Oh, mbak Anci… hehehe maaf!
“Malu mode ON”
Kami berdua sama-sama tertawa.
Sesudah itu..baru deh, ngomongin kerjaan!
Untuuuung.. gak kayak iklan KitKat… 
Ce Ce… Charli
Mendekati deadline acara yang dihost si Ibu, kali ini saya kejar tayang bikin tulisan tentang si Eneng.
Eneng, begitulah saya biasa panggil dia. Sebaliknya juga begitu, dia panggil saya ‘Neng’. Cuma kalo lagi ‘waras’ saja, dia panggil saya ningnong.
Pertemanan saya dengan si Eneng seumur dengan pergaulan saya di MP. Iya, betul! Saya kenal si Eneng di MP. Gak tau gimana asal muasalnya, tiba-tiba saya terima invitation darinya. Saya masih ingat kalimat perkenalannya: ”Mbak, aku invite ya J”
Awalnya, dia panggil saya mbak. Tapi akhirnya ketauan kalau kami seumuran, dan akhirnya saling panggil nama. Awalnya saling mereply postingan, lama kelamaan tau minat masing-masing. Sering, kami tidak janjian baking, tapi menghasilkan produk yang sama. ”Iiih, kamu sok kompak deh!” itu adalah kalimat khas kami berdua.
Tiap pagi (kecuali wiken) kami berdua saling berlomba menyapa di YM. Seringnya si Eneng sih yang nyapa saya duluan “Pageeeeeeeeeeeeee,” gitu katanya. Kalau YM kami idle untuk beberapa lama, salah satu dari kami akan mengeluarkan kata-kata iseng di atas:”neng…neng..colek dikit aaahhh!”
Ibu dari satu anak ini cantik, pintar, dan multitalenta. Tahun lalu, dia terpilih jadi salah satu karyawan terbaik di pabrik panci tempatnya bekerja. Saya bangga jadi temannya. Eneng juga pintar baking dan telaten merawat anggrek-anggreknya. Sekarang ini si Eneng sedang giat-giatnya belajar merajut. “BTW, Neng…tawaran KTA buat nursery anggrek masih berlaku lho...” hahahaha
Eneng adalah salah satu orang pertama yang saya hubungi kalau saya ingin konsultasi tentang banyak hal. Misalnya tentang kerja, hidup, dan cinta..*halaaah, gubrak deh*
Saya dan Eneng saling meracuni dalam banyak hal. Racun di sini adalah racun yang sehat dan baik untuk kesehatan.. hihihi emang ada ya? Racun terakhir yang saya tebarkan buat dia adalah membeli ORI 04 di agen yang saya pakai… “hihihihi gak nyesel
Pertemanan kami memang baru seumur jagung. Tapi saya percaya pada kebaikan dan ketulusannya. Si Eneng gak segan menegur saya, apabila saya berbuat salah. Karena saya tau, itu buat kebaikan saya. Semoga pertemanan kami saling memberikan manfaat, buat kami berdua..dan juga buat orang-orang di sekitar kami. Amin.
Foto saya ambil dari tempat si Eneng
Gak tau kenapa, tiba-tiba ada dorongan yang kuat banget untuk bikin tulisan tentang Ibunya Ezra… hehehe gak apa2 ya, bu! 
Pertama kenal sama ibu, waktu kursus ayam kodok di Titan. Sekitar bulan April 2006 kalau nggak salah… karena waktunya berdekatan dengan meninggalnya Alm. Bapak. Kami berdua sama-sama datang paling pagi. Gue lihat ibu datang di antar si Merah.. *julukan gue buat mobil Ibu* Waktu itu, ibu lagi makan cup cake *teteeeeep*… ” laper, belom sarapan,” katanya!! Gak bagi-bagi tapinya.. hihihi soalnya gak ada lagi, ibu bilang.
Tukeran nomer HP, setelah itu kami berdua sering kontak…lewat email, sms, YM, ataupun kontak batin..*yang terakhir rada maksa*
Nah hari ini…gak henti-hentinya gue nyengir sendiri. Gak apa-apa deh, gue dikatain orang gila!! Soalnya hari ini gue seneng banget… Ikut seneng lihat ibu dikelilingi oleh peri peri yang baik hati… hihihi Baca di sini dan di sini
Gue ketularan seneng dan bahagianya ibu! Kenapa? Karena gue tau, ibu orang yang tulus…dan baik hatinya. And you deserve it, bu! Itu salah satu tanda elo disayang Tuhan… Makanya gue setuju banget kalau ada orang yang bilang, si Ibu itu terberkahi…
Ibu itu orangnya perhatian, tapi juga penangisan dan gampang mewek. Dia mewek duluan waktu gue bilang, gue putus sama si “itu”… *padahal gue belom mewek*
Ibu gak sombong, dan tetap rendah hati walaupun udah jadi juragan cupcake terkenal… hehehe bahkan pernah dulu di awal karirnya sebagai juragan cup cake, ibu minta ijin gue untuk pakai resep cup cake strawberry gue yang ada di MP… halaaah, please deh! Kalo gue udah share resep di MP, siapa aja boleh pakai itu resep… tapi gagal tidak ditanggung… hahahaha
Ibu juga mau gue ganggu kapan aja, bahkan cuma untuk hal-hal kecil seperti sms gue malam2 untuk liat film di AXN…*hihihi, jadi ingat jagoan berkaca mata di CSI: NY* ting ting ting…
Gak perlu waktu puluhan tahun buat gue untuk bisa merasakan kebaikan dan ketulusan hati ibu. Kalau sekarang gue belom bisa jadi peri baik hati buat ibu, gue cuma bisa berdoa semoga hidup ibu senantiasa terberkahi. Amin amin amin…
Saya termasuk orang yang jarang berpikir dua kali kalau berniat untuk memberi atau berbagi sesuatu. Karena kalau dipikir ulang, bisa-bisa saya berubah pikiran, dan niat itu akhirnya batal.
Tahun lalu, saya diberi hadiah ulang tahun oleh ibu saya. A shoulder bag, broken white, dengan tali kulit. Cantik, dan cewek banget deh! Sepertinya, ibu saya ingin anaknya lebih feminine J
Kemudian, tas itu saya pakai sewaktu berkunjung ke rumah pacar (waktu itu, sekarang udah mantan). Gak disangka, si mama camer (waktu itu, sekarang udah udah bukan camer) suka sekali sama tas itu. Hmmm, ting ting ting… Saya langsung berniat untuk membelikan tas yang sama buat hadiah ulang tahun beliau. Selang beberapa minggu, tas yang sama saya beli untuk beliau.
Sekali waktu, anaknya pernah menemani saya mencari jam tangan. Saya pengen beli jam Swatch, mengingatkan saya pada masa lalu, pakai jam warna warni. Anaknya ikutan melihat-lihat jam, tapi bukan Swatch melainkan jam lain yang..saya akui, bagus modelnya. Waktu itu, dalam hati saya berniat, ingin membelikan jam itu untuknya sebagai hadiah ulang tahunnya bulan Maret nanti. Akhirnya jam tersebut saya beli tanpa sepengetahuannya.
Siapa sangka, hubungan saya dan dia tidak berakhir baik. Untuk beberapa alasan, kami harus berpisah. Jam tangan dan tas itu sampai sekarang masih ‘teronggok’ rapi di salah satu sudut lemari di ruangan saya. Haruskah barang-barang itu saya alihkan penerimanya? Hmmm, buat saya, jawabannya adalah tidak. Barang-barang itu akan saya paketkan minggu ini, atau paling lambat minggu depan. Ya ya ya, ibu dan anak itu berulang tahun bulan Maret ini.
Kemarin sore, saya ‘mabok’ lagi. Seperti bisul yang mau pecah, akhirnya saya gak tahan untuk mengatakan pada seorang kawan baik saya, bahwa saya ingin memberinya sesuatu yang diimpikan selama ini. Sebenarnya, saya ingin tunggu hari ulang tahunnya… Tapi, mana saya tahan menunggu beberapa bulan lagi? Efeknya luar biasa! Dahsyat sekali. Saya dan kawan saya itu sama-sama merinding, tapi merinding yang menyenangkan. Senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan dengannya.
Ketika saya berniat untuk memberi sesuatu pada seseorang, maka niat itu harus sampai ke tujuan walaupun jalannya ‘berliku’. Tidak ada niat apa-apa di balik itu, kecuali harapan semoga bisa memberi manfaat sebesar-besarnya. Dan semoga saya bisa ikhlas, sabar, dan tenang jiwanya… (Meimei, yang tenaaaang jiwanya ya… disyukuri keadaannya…. Miss u much, girl!)
Adalah menyenangkan buat saya, ketika saya bisa berbagi dengan orang-orang di sekitar saya. Itupun tidak selalu dalam bentuk barang. Kadang, perhatian lebih diperlukan… Semua tergantung kepekaan saya dan orang-orang di sekitar saya melihat situasi. Seperti sekarang ini... Kepala saya pusiiiiiiing! Banyak kerjaan yang belum selesai. Jumat libur di
Saya terlalu malas untuk melepas lensa kontak sebelum tidur. Lensa kontak yang saya pakai sampai tadi pagi, sudah berumur 1 bulan.. hahaha dasar jorok & males! Sampai akhirnya, tadi pagi saya kesulitan membuka mata karena lengket dan gatal... Begitu saya lari ke depan kaca, waaaaa... mata saya merah dan agak bengkak... Buru-buru, lensa kontaknya dilepas.
Gebleknya lagi, saya lupa di mana terakhir saya simpan kaca mata saya. Akhirnya, pagi ini saya ngantor tanpa lensa kontak (supaya mata bisa istirahat), tapi tidak juga memakai kaca mata..
Saya rabun jauh...minus 4.75. Jadi, maafkan saya teman, kalau nanti siang kita berpapasan di PS dan saya tidak menegur ataupun kasih senyum... jarak pandang saya cuma 1 m 
Sejak pindah ke Jakarta awal 2007 lalu, saya jadi cukup sering memakai sepatu/sandal yang modelnya cantik, feminin, dan hak paling rendah 3 cm ke kantor. Maksudnya, ingin menyesuaikan dengan kondisi kantor di jakarta. Favorit saya, Charles & Keith. Harga reasonable, modelnya cantik.
Dulu sewaktu di Duri, saya gak bakal diprotes orang kalau ke kantor pakai safety shoes. Kalau gak ada acara ke field, saya ke kantor pakai sepatu-sepatu datar tanpa hak yang enak dipakai. Rockport atau Clarks (bukan promosi) adalah favorit saya. Awet, dan nyaman dipakai! Rekor saya 4 tahun untuk 1 pasang sepatu ini:
Tapi keliatannya, dengan sangat terpaksa sepatu-sepatu yang cantik dan feminin itu harus pensiun dini. Karena dalam dua bulan ini, 2 pasang dari sepatu-sepatu cantik saya hak-nya patah! Kesimpulan saya sementara ini, sepatu-sepatu cantik itu tidak kuat menopang bobot saya (yang sedang-sedang saja), tetapi dengan betis karunia Tuhan yang besar untuk ukuran tubuh saya.
Saya memang tidak ditakdirkan berjodoh dengan sepatu-sepatu cantik itu... Cantik tapi tidak aman, dan kurang nyaman kalao boleh jujur. Malam ini saya akan bongkar lagi kotak sepatu lama, cari sepatu datar yang masih layak pakai.
gambar dari sini